Berita Utama
News

Operator STIT Al Wafi Bogor, Ikuti Workshop Nasional XI FORPTI 2026

Operator STIT Al Wafi Bogor, Ikuti Workshop Nasional XI FORPTI 2026Bandung, 21 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pengelolaan data perguruan tinggi, Ust. Zacky Haidar, selaku Operator STIT Al Wafi Bogor, mengikuti Workshop Nasional XI Forum Operator Perguruan Tinggi Islam (FORPTI) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–21 Agustus 2026 di Hotel Golden Flower, Bandung.Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Tata Kelola Data Perguruan Tinggi Islam: Sinergi EMIS, SAPTO 2.0, SISTER, dan NeoFeeder PDDIKTI Tahun 2026.” Workshop ini menjadi wadah bagi para operator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) untuk meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengelolaan data perguruan tinggi.Keikutsertaan Ust. Zacky Haidar menjadi bagian dari komitmen STIT Al Wafi Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola data dan sistem informasi perguruan tinggi. Peran operator saat ini tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam memastikan validitas, konsistensi, integritas, dan keterpaduan data yang dilaporkan melalui berbagai sistem nasional.Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah sistem penting dalam tata kelola data perguruan tinggi, di antaranya EMIS 4.0 Dikti, SISTER, NeoFeeder-PDDIKTI, dan SAPTO 2.0. Selain itu, peserta juga mengikuti materi mengenai digitalisasi pelaporan perguruan tinggi serta klinik pelaporan untuk membahas berbagai persoalan teknis dan strategi implementasi di masing-masing institusi.Workshop ini secara khusus bertujuan meningkatkan kualitas pelaporan data perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi para operator PTKIS. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan berbagi pengalaman antarpengelola data perguruan tinggi Islam.Bagi STIT Al Wafi Bogor, peningkatan kompetensi operator diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan tata kelola data, peningkatan kualitas pelaporan, serta kesiapan institusi dalam menghadapi proses evaluasi dan akreditasi.Melalui keikutsertaan dalam Workshop Nasional XI FORPTI, STIT Al Wafi Bogor terus mendorong terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akurat, terintegrasi, dan berbasis data, sejalan dengan upaya peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan.

Y
Yusuf Abdullah
03 Sep 2026
Baca
Operator STIT Al Wafi Bogor, Ikuti Workshop Nasional XI FORPTI 2026
★ FEATURED
Kabar Kampus

Artikel Terbaru

Ikuti perkembangan terbaru seputar kegiatan akademik, mahasiswa, dan prestasi civitas akademika.

Ketua LPM STIT Al Wafi Bogor Lulus Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) UGM
News
03 Sep 2026

Ketua LPM STIT Al Wafi Bogor Lulus Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) UGM

Ketua LPM STIT Al Wafi Bogor Lulus Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) UGMBogor, Agustus 2026 — Komitmen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi terus dikembangkan. Hal ini ditunjukkan melalui keikutsertaan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIT Al Wafi Bogor, Usth. Fortin Sri Haryani, S.Si., M.Pd., dalam Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas Gadjah Mada (UGM).Pelatihan tersebut dilaksanakan pada 6–7 Agustus 2026 dan diikuti oleh peserta dari berbagai institusi. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan ujian, Usth. Fortin Sri Haryani dinyatakan LULUS serta memiliki kualifikasi sebagai Auditor Mutu Internal sesuai sertifikat yang diterbitkan pada 13 Agustus 2026 oleh SPMRU UGM.Pelatihan AMI ini membekali peserta dengan berbagai kompetensi yang berkaitan dengan pelaksanaan audit mutu internal. Materi yang diberikan meliputi pengertian Audit Mutu Internal, perencanaan dan pelaksanaan AMI, audit dokumen/sistem, audit lapangan atau simulasi audit kepatuhan, penyusunan laporan audit mutu internal, presentasi hasil audit, hingga penyusunan rencana tindak lanjut temuan audit.Keikutsertaan Ketua LPM dalam pelatihan dan sertifikasi AMI ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penjaminan mutu di lingkungan STIT Al Wafi Bogor. Kompetensi sebagai Auditor Mutu Internal diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.Melalui peningkatan kompetensi tersebut, STIT Al Wafi Bogor terus berupaya membangun budaya mutu dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik pada bidang akademik maupun nonakademik. Penguatan kapasitas auditor internal juga diharapkan mampu mendorong proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta pencapaian standar mutu perguruan tinggi.STIT Al Wafi Bogor — Menguatkan Budaya Mutu, Membangun Pendidikan Tinggi Berdaya Saing.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor Terima Kunjungan STIT Madani Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam
News
03 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor Terima Kunjungan STIT Madani Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam

STIT Al Wafi Bogor Terima Kunjungan STIT Madani Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi IslamBogor, 2 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta pada Rabu (2/9/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama antarlembaga perguruan tinggi keagamaan Islam.Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua STIT Al Wafi Bogor, Ustadz Ali Saman Hasan, bersama Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Ustadz Muhammad Bakri Rahimin, serta jajaran tenaga kependidikan dari bagian BAUK dan BAAK.Dalam sambutannya, Ketua STIT Al Wafi Bogor menyampaikan apresiasi atas kunjungan STIT Madani Yogyakarta. Ia berharap hubungan baik antara kedua perguruan tinggi dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi, khususnya dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.Menurutnya, kolaborasi dan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Islam menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam, baik di tingkat nasional maupun dalam kancah internasional.Dalam kesempatan tersebut, rombongan STIT Madani Yogyakarta juga menyempatkan diri mengunjungi gedung perkuliahan STIT Al Wafi Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat secara langsung lingkungan akademik dan fasilitas perkuliahan yang dimiliki STIT Al Wafi Bogor.Sementara itu, Ketua STIT Madani Yogyakarta, Ustadz Amrin Mustofa, M.H., menyampaikan bahwa STIT Madani Yogyakarta memperoleh izin penyelenggaraan pada tahun 2017 dan memiliki sejumlah program studi, di antaranya S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) dan S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA).Ustadz Amrin berharap silaturahmi yang terjalin dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret antara STIT Madani Yogyakarta dan STIT Al Wafi Bogor, terutama dalam bidang penelitian serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya.Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi yang lebih luas antara STIT Al Wafi Bogor dan STIT Madani Yogyakarta. Melalui kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi dapat bersama-sama berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor  bersama Al Wafi International Islamic Boarding School Turut Meramaikan Dua Pameran Pendidikan Nasional
News
02 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor bersama Al Wafi International Islamic Boarding School Turut Meramaikan Dua Pameran Pendidikan Nasional

STIT Al Wafi Bogor dan Al Wafi International Islamic Boarding School Turut Meramaikan Dua Pameran Pendidikan BesarBogor, 2 September 2026 — STIT Al Wafi Bogor bersama Al Wafi International Islamic Boarding School (IIBS) turut ambil bagian dalam dua gelaran pendidikan besar yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Kehadiran Al Wafi dalam dua event tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas ekosistem pendidikan Al Wafi kepada masyarakat, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.Dua event pendidikan yang diikuti tersebut adalah PULDAPII Muslim Edufest yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, dan EduNation Fest 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta.Dalam kegiatan tersebut, booth Al Wafi menjadi salah satu ruang interaksi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat. Para pengunjung yang terdiri dari orang tua, calon santri, maupun masyarakat yang sedang mencari informasi pendidikan berkesempatan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai program dan lingkungan pendidikan Al Wafi.Keikutsertaan STIT Al Wafi Bogor dalam rangkaian kegiatan ini juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Al Wafi. Melalui kehadiran bersama Al Wafi IIBS, masyarakat dapat mengenal pilihan pendidikan yang tersedia sekaligus mendapatkan gambaran mengenai keberlanjutan pendidikan dalam lingkungan Al Wafi.Selama tiga hari pelaksanaan, booth Al Wafi mendapatkan sambutan dan antusiasme dari para pengunjung. Interaksi tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga membuka ruang diskusi antara tim Al Wafi dengan calon peserta didik dan orang tua mengenai berbagai pilihan serta kebutuhan pendidikan.Keikutsertaan dalam dua pameran pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya STIT Al Wafi Bogor dan Al Wafi International Islamic Boarding School untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperluas jejaring di bidang pendidikan.Melalui momentum ini, Al Wafi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai program pendidikan yang dikembangkan di lingkungan Al Wafi.Dua pameran, satu semangat: memperluas akses informasi dan menghadirkan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Y
Yusuf Abdullah
Dosen STIT Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Hadir dalam Bedah Buku Habitual Leadership di EduNation Fest 2026
News
02 Sep 2026

Dosen STIT Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Hadir dalam Bedah Buku Habitual Leadership di EduNation Fest 2026

Dosen STIT Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Hadir dalam Bedah Buku Habitual Leadership di EduNation Fest 2026Bogor, 2 September 2026 — Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Dipl.Ing., HTL., ACMC., M.Pd., turut berkontribusi dalam rangkaian EduNation Fest 2026 melalui sesi Bedah Buku Habitual Leadership.Kegiatan bedah buku tersebut berlangsung dalam suasana interaktif dan inspiratif. Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk memahami kembali makna kepemimpinan serta bagaimana kepemimpinan dapat dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pembahasannya, Ust. Kartiko mengajak peserta untuk melihat bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga dimulai dari kemampuan seseorang dalam memimpin dirinya sendiri. Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, membangun relasi, serta menciptakan pengaruh positif bagi lingkungan.Lebih dari sekadar pembahasan teoritis, Habitual Leadership mengajak peserta untuk mengenali kebiasaan diri, membangun kebiasaan positif, dan menjadikannya sebagai fondasi kepemimpinan yang berdampak. Nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam berbagai peran, termasuk sebagai guru, pimpinan, maupun orang tua.Keikutsertaan Ust. Kartiko dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen STIT Al Wafi Bogor dalam memperluas peran akademisi di tengah masyarakat. Kehadiran dosen tidak hanya melalui aktivitas pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga melalui berbagi gagasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam berbagai forum pendidikan dan pengembangan kepemimpinan.Melalui sesi bedah buku ini, peserta diajak untuk membangun kesadaran bahwa perubahan besar dalam kepemimpinan dapat dimulai dari langkah sederhana: membangun kebiasaan, membentuk karakter, dan menciptakan kepemimpinan yang berdampak.STIT Al Wafi Bogor terus mendorong para dosennya untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, kepemimpinan, dan masyarakat melalui kapasitas keilmuan serta pengalaman yang dimiliki.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor Dorong Pengembangan Program Magister MPI Berorientasi Mutu Internasional
News
02 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor Dorong Pengembangan Program Magister MPI Berorientasi Mutu Internasional

STIT Al Wafi Bogor Dorong Pengembangan Program Magister MPI Berorientasi Mutu InternasionalBogor, 31 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang bermutu dan berorientasi pada standar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Kajian Akademik: Tantangan dan Peluang Pengembangan Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Berorientasi Mutu Internasional yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026.Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Prof. Dr. Fauzan, M.A., Guru Besar Bidang Pengembangan Kurikulum Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan arah pengembangan Program Studi Magister MPI di lingkungan STIT Al Wafi Bogor.Dalam sambutannya, Ketua STIT Al Wafi Bogor, Ust. Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA, menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi MPI memberikan ruang yang lebih luas bagi para guru di pesantren untuk mengembangkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang manajemen pendidikan dengan perspektif bertaraf internasional.Sementara itu, Prof. Fauzan mengawali kajiannya dengan membahas Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi serta sejumlah regulasi terbaru yang menjadi landasan dalam pengelolaan dan pengembangan perguruan tinggi. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain aktivitas dan prestasi mahasiswa, kerja sama dan hilirisasi, kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), pendapatan non-UKT, serta kesejahteraan dosen.Penguatan Sistem Penjaminan MutuDalam kajian tersebut, penjaminan mutu menjadi salah satu pembahasan utama. Prof. Fauzan menjelaskan tiga pilar penjaminan mutu perguruan tinggi, yaitu SPMI, SPME, dan SN Dikti. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi mesin penggerak mutu internal perguruan tinggi melalui siklus PPEPP, yang memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan otonomi dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.Evaluasi mutu internal juga perlu memperhatikan sejumlah aspek penting, di antaranya aktivitas dan jumlah mahasiswa, masa tempuh kurikulum, serta masa penyelesaian studi dan serapan lulusan.Pembahasan juga mencakup perkembangan standar akademik dan lulusan untuk jenjang S1, S2, dan S3. Regulasi terbaru memberikan fleksibilitas yang lebih luas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk dalam bentuk tugas akhir. Tugas akhir tidak lagi terbatas pada skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi dapat dikembangkan dalam bentuk prototipe, proyek, maupun bentuk lain yang dapat dinilai melalui asesmen.Tiga Pilar Pengembangan S2 MPISecara khusus, Prof. Fauzan memaparkan sejumlah persyaratan yang perlu dipersiapkan dalam pembukaan Program Studi S2 MPI. Persiapan tersebut mencakup aspek tata kelola dan legalitas, sumber daya manusia, infrastruktur dan sarana prasarana, kurikulum, serta sistem penjaminan mutu.Dari sisi sumber daya manusia, perguruan tinggi perlu memastikan ketersediaan dosen dengan kualifikasi akademik yang sesuai. Sementara dari sisi sarana prasarana, kebutuhan pengembangan S2 antara lain meliputi ruang perkuliahan, ruang dosen, ruang administrasi, ruang akademik mahasiswa untuk diskusi dan kegiatan ilmiah, fasilitas internet, serta perpustakaan. Hal ini penting mengingat pendidikan pada jenjang magister memiliki orientasi kuat terhadap kegiatan akademik dan publikasi ilmiah.Sebelum mengajukan pembukaan program studi baru, perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa program studi yang akan dikembangkan memiliki prospek dan tidak berada pada kondisi jenuh atau minim peminat. Karena itu, diperlukan studi kelayakan serta analisis terhadap program studi sejenis sebagai bagian dari proses perencanaan.Mematangkan Persiapan Pembukaan S2 MPIDalam kajian tersebut juga ditegaskan pentingnya validasi administrasi dan kelembagaan sebelum pengajuan program studi baru. Beberapa aspek yang perlu dipastikan antara lain persetujuan yayasan, pertimbangan senat akademik, pemenuhan standar mutu dan persyaratan minimum akreditasi sesuai Standar Nasional Perguruan Tinggi, serta rekomendasi dari Kopertais atau LLDIKTI sesuai kewenangan masing-masing.Melalui kegiatan ini, STIT Al Wafi Bogor mendapatkan penguatan perspektif akademik dan strategis dalam mempersiapkan pengembangan Program Studi S2 MPI. Kajian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa rencana pengembangan program magister tidak hanya berorientasi pada pembukaan program studi, tetapi juga pada kesiapan tata kelola, kualitas SDM, kurikulum, sarana prasarana, penjaminan mutu, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.Dengan langkah tersebut, STIT Al Wafi Bogor berkomitmen untuk terus membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif terhadap regulasi, dan memiliki daya saing melalui penguatan mutu akademik serta pengembangan program studi yang berkelanjutan.

Y
Yusuf Abdullah
Ketua STIT Al-Wafi Bogor Sekaligus Ketua KOPIN Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pendidikan Islam Berstandar Global
News
31 Aug 2026

Ketua STIT Al-Wafi Bogor Sekaligus Ketua KOPIN Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pendidikan Islam Berstandar Global

Ketua STIT Al-Wafi Bogor Sekaligus Ketua KOPIN Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pendidikan Islam Berstandar GlobalJakarta, 28 Agustus 2026 — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor sekaligus Ketua Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN), Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA., menegaskan pentingnya kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.Hal tersebut disampaikan dalam Deklarasi KOPIN & Seminar Nasional yang digelar sebagai bagian dari rangkaian EduNation Fest, Jumat (28/8/2026) di JICC, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KOPIN dalam membangun jejaring dan memperkuat sinergi lembaga pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.KOPIN hadir sebagai konsorsium lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pengembangan pendidikan, riset, pelatihan, serta kolaborasi dan jejaring pendidikan di tingkat global.Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dalam dan luar negeri, terdiri atas akademisi, pendidik, praktisi, serta pemangku kepentingan pendidikan. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap ruang kolaborasi, pertukaran gagasan, dan pengembangan praktik pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman.Ketua STIT Al-Wafi Bogor Dorong Ekosistem Pendidikan Islam yang KolaboratifDalam sambutannya sebagai Ketua KOPIN, Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA., menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan Islam yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.Menurutnya, lembaga pendidikan Islam tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan global. Diperlukan kerja sama yang kuat dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, riset, hingga pengembangan jejaring internasional.Semangat kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya STIT Al-Wafi Bogor dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam dan membangun jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan.Seminar Nasional Hadirkan Perspektif Strategis PendidikanSetelah sambutan Ketua KOPIN, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional yang menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi.Prof. JM Muslimin, pakar kebijakan dan tata kelola perguruan tinggi, membahas regulasi strategis dan arah kebijakan transformasi pendidikan nasional menuju pendidikan bermutu untuk semua.Selanjutnya, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengangkat tema transformasi tata kelola satuan pendidikan melalui kepemimpinan pembelajaran dan budaya mutu yang berkelanjutan.Sementara itu, Prof. Dr. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang STEM dan Kompetensi Guru, membahas inovasi pembelajaran berbasis STEM, peningkatan kompetensi guru, serta pentingnya student well-being dalam proses pendidikan.Ketiga perspektif tersebut memperkaya diskusi mengenai arah transformasi pendidikan, khususnya bagaimana lembaga pendidikan dapat terus melakukan inovasi tanpa kehilangan fondasi nilai, karakter, dan tujuan utama pendidikan.Deklarasi KOPIN, Langkah Awal Kolaborasi Pendidikan IslamDeklarasi KOPIN menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring lembaga pendidikan Islam Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.Sebagai Ketua KOPIN sekaligus Ketua STIT Al-Wafi Bogor, Dr. Ali Saman Hasan diharapkan dapat terus mendorong terbangunnya kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam berbagai bidang strategis.Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah, pelatihan dan peningkatan kompetensi pendidik, pertukaran guru dan siswa, serta penguatan jejaring pendidikan Islam Indonesia di forum internasional.KOPIN diharapkan menjadi ruang bersama bagi lembaga pendidikan Islam untuk saling belajar, berbagi praktik baik, membangun inovasi, dan tumbuh bersama menuju pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.Bagi STIT Al-Wafi Bogor, keterlibatan dalam KOPIN juga menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas jejaring dan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.Deklarasi KOPIN bukan sekadar sebuah peresmian, tetapi menjadi komitmen untuk bergerak bersama.Dari Indonesia untuk dunia.

Y
Yusuf Abdullah
Raker STIT Al Wafi Bogor Rumuskan Strategi Penguatan Mutu, Daya Saing Global, dan Pengembangan Institusi
News
31 Aug 2026

Raker STIT Al Wafi Bogor Rumuskan Strategi Penguatan Mutu, Daya Saing Global, dan Pengembangan Institusi

Raker STIT Al Wafi Bogor Rumuskan Strategi Penguatan Mutu, Daya Saing Global, dan Pengembangan InstitusiBogor, 26 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) STIT Al Wafi Bogor sebagai forum strategis untuk mengevaluasi, merumuskan, dan menyelaraskan berbagai program pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.Raker menjadi momentum penting bagi seluruh unsur pimpinan dan manajemen STIT Al Wafi untuk menyatukan arah pengembangan institusi, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya STIT Al Wafi memiliki keunggulan dan karakteristik yang membedakannya dari perguruan tinggi lainnya.Salah satu arah strategis yang menjadi perhatian adalah peningkatan daya saing STIT Al Wafi pada tingkat nasional dan global. Konsep pendidikan global, integrasi pendidikan, serta gagasan unity of knowledge menjadi bagian dari pembahasan dalam merumuskan identitas dan keunggulan STIT Al Wafi ke depan.Penguatan Akademik dan Pengembangan Program StudiDalam aspek pengembangan akademik, Raker juga membahas rencana pengajuan Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Persiapan tersebut mencakup penyusunan naskah akademik, perencanaan akademik, jadwal, serta berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan program studi. Selain itu, penguatan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) turut menjadi bagian dari arah pengembangan akademik STIT Al Wafi.Penguatan Mutu dan AkreditasiPeningkatan mutu kelembagaan juga menjadi salah satu agenda utama. Raker membahas berbagai persiapan akreditasi, baik pada tingkat program studi maupun institusi, termasuk penyesuaian template, penyusunan anggaran, RKAT, penguatan Learning Centre, serta pembenahan aspek administrasi dan pelaporan perguruan tinggi.Selain itu, diperlukan penguatan pemahaman para dosen terhadap berbagai istilah dan tuntutan profesionalisme dalam dunia perguruan tinggi. Penyusunan kalender internal untuk persiapan akreditasi juga menjadi bagian dari langkah strategis agar proses peningkatan mutu dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.Membangun Identitas dan Branding STIT Al WafiRaker juga menempatkan branding dan strategi marketing sebagai bagian penting dalam pengembangan institusi. STIT Al Wafi diarahkan untuk memiliki identitas yang semakin kuat sehingga lebih dikenal di tingkat nasional dan selanjutnya mampu berkembang menuju branding internasional.Strategi tersebut antara lain diwujudkan melalui penguatan kegiatan akademik, workshop yang berorientasi pada publikasi dan indeksasi SINTA maupun Scopus, seminar terjadwal untuk memperluas wawasan mahasiswa, studium generale, video profil yang merepresentasikan visi dan misi institusi, serta pengembangan Mars STIT Al Wafi.Penguatan Ekosistem Pendidikan Al WafiSalah satu gagasan strategis yang dibahas adalah pengembangan ekosistem pendidikan yang terintegrasi melalui konsep One Stop Schooling, dengan membangun kesinambungan pendidikan mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Dalam konteks ini, sekolah-sekolah di lingkungan Al Wafi juga diarahkan untuk dapat menjadi laboratorium bagi pengembangan keilmuan dan praktik Manajemen Pendidikan Islam di STIT Al Wafi.Penguatan hubungan dengan alumni melalui kerja sama dengan IKAFI, pendataan alumni, serta berbagai program yang dapat memperluas jejaring institusi juga menjadi bagian dari pembahasan Raker.Menuju STIT Al Wafi yang Berbeda dan UnggulSelain aspek akademik dan kelembagaan, Raker juga mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat menjadi ciri khas STIT Al Wafi. Gagasan seperti satu dosen satu buku ajar, pengembangan media dan komunikasi institusi, penyediaan fasilitas pendukung bagi mahasiswa, serta berbagai inovasi layanan menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih baik.Seluruh gagasan tersebut bermuara pada satu semangat, yaitu “buat sesuatu yang berbeda dengan yang lain.” STIT Al Wafi diarahkan tidak hanya untuk mengikuti perkembangan perguruan tinggi, tetapi juga membangun keunggulan yang memiliki karakter dan identitas tersendiri.Melalui Rapat Kerja ini, STIT Al Wafi Bogor berkomitmen untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring nasional dan internasional, meningkatkan daya saing lulusan, serta membangun institusi yang unggul dan relevan dengan perkembangan pendidikan global.Raker ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan berbagai gagasan strategis menjadi program kerja yang terukur, terarah, dan dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh sivitas akademika STIT Al Wafi Bogor.STIT Al Wafi BogorUnggul, Berdaya Saing Global, dan Berkarakter IslamiBy : Yusuf Abdullah, M.Pd

A
admin
Pertemuan STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza
Umum
19 Aug 2026

Pertemuan STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza

Bogor, 19 Agustus 2026 — STIT Al-Wafi melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza, Bogor, pada Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pesantren, khususnya dalam pengembangan pendidikan, kaderisasi, serta sumber daya manusia.Dalam pertemuan tersebut, STIT Al-Wafi memperkenalkan profil dan program pendidikan yang dimiliki kepada jajaran Pesantren Al-Hikmah/Mafaza. Pengenalan lembaga disampaikan oleh Ustadz Zikra Juniawan, M.Ed., selaku Wakil Kepala Bagian Non-Akademik STIT Al-Wafi.Dalam pemaparannya, Ustadz Zikra menjelaskan berbagai program pendidikan dan peluang pengembangan kompetensi yang dapat dimanfaatkan oleh para kader maupun tenaga pendidik pesantren. Kehadiran pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.Sementara itu, Ustadzah Astri Hamidah selaku Ketua Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza turut memperkenalkan Yayasan Al-Hikmah dan Mafaza beserta berbagai program yang dijalankan. Pembahasan mencakup kegiatan pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, serta program kaderisasi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pesantren.Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah penjajakan kerja sama antara STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Hikmah/Mafaza melalui Memorandum of Understanding (MOU), khususnya dalam pengembangan kader musyrif.Melalui kerja sama tersebut, pendidikan bagi kader musyrif dapat dikembangkan dalam bentuk kelas mandiri maupun sistem hybrid. Model tersebut diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi para kader untuk menjalani pendidikan tinggi sekaligus tetap menjalankan aktivitas pembinaan di pesantren.Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan profesionalitas para musyrif sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia pesantren.Selain pengembangan kader musyrif, STIT Al-Wafi turut menyampaikan peluang beasiswa tahfidz bagi para santri yang memiliki komitmen dalam menghafal dan mengembangkan kemampuan Al-Qur’an. Program kaderisasi pesantren juga menjadi salah satu peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.Melalui program tersebut, para santri dan kader pesantren diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keilmuan dan keagamaan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berperan sebagai pendidik, pembina, maupun pengelola pesantren di masa mendatang.Pertemuan antara STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Kolaborasi kedua lembaga diharapkan dapat membuka berbagai peluang dalam pengembangan pendidikan tinggi, kader musyrif, beasiswa tahfidz, serta kaderisasi sumber daya manusia pesantren.

A
admin
Jurnal J-EMaS Yang Diterbitkan STIT Al Wafi Bogor Resmi Memperoleh E-ISSN Dari Perpusnas
Umum
14 Aug 2026

Jurnal J-EMaS Yang Diterbitkan STIT Al Wafi Bogor Resmi Memperoleh E-ISSN Dari Perpusnas

Bogor, 10 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan budaya akademik dan publikasi ilmiah. Journal of Educational Management and Islamic Studies (J-EMAS) yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STIT Al-Wafi Bogor resmi memperoleh Electronic International Standard Serial Number (E-ISSN) 3163-9550 dari Pusat Nasional ISSN Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.Penerbitan E-ISSN tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Penerbitan ISSN Nomor 31639550/II.7.4/SK.ISSN/08/2026, yang diterbitkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026. Dalam surat keputusan tersebut, Pusat Nasional ISSN Indonesia memberikan ISSN 3163-9550 (media online) kepada Journal of Educational Management and Islamic Studies yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STIT Al-Wafi Bogor.Perolehan E-ISSN ini menjadi salah satu tonggak penting bagi pengembangan J-EMAS sebagai wadah publikasi ilmiah di lingkungan STIT Al-Wafi Bogor. Identitas E-ISSN memberikan legalitas bibliografis bagi jurnal dalam penerbitan versi elektronik sekaligus menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola dan profesionalisme pengelolaan jurnal ilmiah.Berdasarkan SK tersebut, E-ISSN 3163-9550 mulai berlaku untuk edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 2026. Dengan demikian, edisi tersebut menjadi edisi yang secara resmi mencantumkan nomor E-ISSN yang telah ditetapkan oleh Pusat Nasional ISSN Indonesia.Perolehan E-ISSN bukan merupakan tujuan akhir, melainkan menjadi bagian dari proses pengembangan J-EMAS menuju jurnal ilmiah yang semakin berkualitas dan kredibel.Ke depan, pengelola J-EMAS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas artikel, proses editorial, sistem peer review, profesionalisme reviewer dan editor, serta konsistensi penerbitan sesuai dengan standar pengelolaan jurnal ilmiah.Capaian ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen, peneliti, dan akademisi untuk berkontribusi dalam publikasi ilmiah melalui J-EMAS, khususnya dalam bidang manajemen pendidikan dan kajian keislaman.Pimpinan dan pengelola J-EMAS STIT Al-Wafi Bogor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pengajuan dan penerbitan E-ISSN, mulai dari pimpinan institusi, tim pengelola jurnal, editor, reviewer, hingga para penulis dan seluruh civitas akademika STIT Al-Wafi Bogor.Perolehan E-ISSN ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan publikasi ilmiah yang berkualitas, memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta memperkuat posisi STIT Al-Wafi Bogor dalam ekosistem publikasi akademik nasional.Selamat atas diperolehnya E-ISSN 3163-9550 untuk Journal of Educational Management and Islamic Studies (J-EMAS).Semoga menjadi awal dari langkah yang lebih besar menuju jurnal ilmiah yang berkualitas, kredibel, dan bereputasi.STIT Al-Wafi BogorMengembangkan Tradisi Keilmuan, Membangun Generasi Berintegritas

A
admin
STIT Al-Wafi Bogor Gelar Workshop Penguatan Profesionalisme dan Kinerja Dosen
Umum
14 Aug 2026

STIT Al-Wafi Bogor Gelar Workshop Penguatan Profesionalisme dan Kinerja Dosen

Bogor, 13 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor menyelenggarakan Workshop Penguatan Profesionalisme dan Kinerja Dosen dengan tema “Optimalisasi BKD dan Pengembangan Kompetensi Akademik Dosen”, Kamis, 13 Agustus 2026.Kegiatan yang berlangsung di lingkungan STIT Al-Wafi Bogor ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kompetensi akademik dosen, sekaligus memperkuat budaya akademik yang produktif dan berkelanjutan.Workshop membahas sejumlah aspek strategis dalam pengembangan kinerja dosen, di antaranya optimalisasi Beban Kerja Dosen (BKD), penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta pengembangan karier akademik dosen.Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari internal STIT Al-Wafi Bogor, yaitu Ust. Mhd Saleh, M.Pd., Wakil Ketua I STIT Al-Wafi Bogor, dan Ust. Suworo, S.Si., M.M., Ketua LP2M STIT Al-Wafi Bogor.Selain pemaparan materi, workshop juga diarahkan pada penguatan keterampilan praktis dosen. Kegiatan diakhiri dengan praktik dan simulasi pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) melalui platform SISTER yang diikuti oleh para dosen STIT Al-Wafi Bogor. Melalui sesi ini, para dosen memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pengisian dan pengelolaan BKD, sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pelaporan kinerja dosen.Melalui workshop ini, para dosen diharapkan tidak hanya memahami aspek administratif dalam pemenuhan BKD, tetapi juga mampu mengoptimalkan kinerja akademiknya melalui peningkatan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi dan jenjang karier akademik.Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah STIT Al-Wafi Bogor dalam membangun ekosistem akademik yang semakin profesional, produktif, dan unggul, sehingga berdampak pada peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi dan kontribusi institusi kepada masyarakat.Dengan penguatan kompetensi dan kinerja dosen secara berkelanjutan, STIT Al-Wafi Bogor berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya tenaga pendidik yang profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam.Dosen Profesional, Kinerja Optimal, Karier Akademik Berkelanjutan.

A
admin
Al Wafi Siap Jalin Kerja Sama Perguruan Tinggi Bersama STIT Otista Banten
Umum
13 Aug 2026

Al Wafi Siap Jalin Kerja Sama Perguruan Tinggi Bersama STIT Otista Banten

Kunjungan ini menjadi langkah strategis bagi STIT Al Wafi dalam membangun sinergi antarperguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan serta civitas akademika STIT Otista Banten dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat, di antaranya pertukaran pengalaman akademik, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, kolaborasi penelitian dosen, seminar ilmiah bersama, hingga program penguatan kapasitas mahasiswa.Bapak Zikra Juninawan, M.Ed, Waka III Stit Al Wafi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi yang memiliki visi serupa dalam memajukan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

A
admin
Bersama Menguatkan Komitmen, Berbagi Pengalaman, dan Menghadirkan Inovasi untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas.
Umum
13 Aug 2026

Bersama Menguatkan Komitmen, Berbagi Pengalaman, dan Menghadirkan Inovasi untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas.

Kegiatah tersebut diisi langsung oleh Prof. Dr. H. Wawan Hermawan. M.Ag., Guru Besar UIN Sunan Gunung DJati Bandung. Ustaz. Bakri selaku Ketua Prodi MPI menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri yang telah memberikan banyak pengalaman dan ilmu bagi para dosen STIT Al WafiPelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen STIT Al Wafi Bogor menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi demi mencetak generasi unggul dan berakhlak.Kolaborasi berlanjut. Inovasi semakin dikuatkan.Pada hari kedua Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen STIT Al Wafi Bogor, materi disampaikan oleh Ustaz Taufik Abdur Rahman, S.M, Kepala Bagian IT STIT Al Wafi.Penguatan sistem dan literasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian yang lebih efektif dan adaptif di era teknologi.Alhamdulillah, hari ketiga Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen STIT Al Wafi Bogor kembali terlaksana dengan penuh semangat. Kegiatan kali ini diisi oleh Dr. Aang Mahyani, M.Ag, yang memberikan penguatan wawasan dan strategi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas dosen serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Semoga ilmu yang disampaikan menjadi bekal dalam meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.STITAlWafiBogor #PelatihanDosen #MPI #TridharmaPerguruanTinggi #PeningkatanKompetensi

A
admin
Bahas Program Training for Trainer di bidang IT untuk Penguatan Kapasitas Mahasiswa, ITMI–STIT Al Wafi Siap Berkolaborasi
Umum
13 Aug 2026

Bahas Program Training for Trainer di bidang IT untuk Penguatan Kapasitas Mahasiswa, ITMI–STIT Al Wafi Siap Berkolaborasi

Wakil Ketua III STIT Al Wafi pada Selasa (10/2) melakukan kunjungan ke ITMI (Islamic Technology Mindset Installation) yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ustaz Furwanto selaku Pimpinan ITMI.Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi kelembagaan antara STIT Al Wafi dan ITMI. Sebagai upaya penguatan kapasitas mahasiswa, STIT Al Wafi menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program Training for Trainer (ToT) di bidang Teknologi Informasi.Wakil Ketua III STIT Al Wafi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program peningkatan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi sebagai trainer di bidang IT, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.Pada kesempatan yang sama, Ustaz Furwanto menyampaikan komitmen ITMI untuk berperan aktif dalam penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi, sebagai bagian dari upaya menyebarkan dakwah yang relevan, profesional, dan berdampak positif bagi umat.KolaborasiDosen #STITAlWafi #MPI #PendidikanIslam #ITMI #STITAlwafiBogor #KampusIslami

A
admin
Sekolah Islam Siap Melangkah ke Kancah Global: FGD 3 STIT Al Wafi Bahas Strategi Implementasi International Baccalaureate (IB)
Umum
13 Aug 2026

Sekolah Islam Siap Melangkah ke Kancah Global: FGD 3 STIT Al Wafi Bahas Strategi Implementasi International Baccalaureate (IB)

Bogor, 29 Mei 2025 – Sebagai bagian dari rangkaian menuju Deklarasi Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN) dan Edunation Fair 2025, Forum Group Discussion (FGD) ke-3 STIT Al Wafi sukses diselenggarakan dengan tema: “Implementasi International Baccalaureate (IB) di Sekolah Islam: Dari Visi Menuju Aksi.” Bertempat di Wafi Café, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 23 sekolah Islam dari berbagai provinsi di Indonesia.FGD ini menjadi salah satu forum strategis dalam menyambut gelaran Edunation Fair 2025 yang akan berlangsung pada 29 Agustus 2025, mengangkat tema besar:“Menuju Indonesia Emas & Pendidikan Islam Global: Kolaborasi untuk Mewujudkan Generasi Emas Berkarakter Qurani.”Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing internasional.Acara FGD diawali dengan sambutan penuh semangat dari Ust. Yusuf Baisa yang menyebut forum ini sebagai “tonggak sejarah lahirnya generasi emas calon pemimpin dunia.” Dr. Patrialis, pakar hukum dan pendidikan, juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan sebagai satu kesatuan dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadaban dan konstitusional.FGD ke-3 ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam dalam menapaki jalur pendidikan global. Melalui platform Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN), STIT Al Wafi dan gelaran akbar Edunation Fair 2025, sekolah-sekolah Islam di Indonesia bersiap menjadi pionir pendidikan masa depan—berpijak pada iman dan takwa, menjangkau cakrawala global.Nantikan Edunation Fair 2025, 29 Agustus mendatang!Bersama kita wujudkan Generasi Emas Berkarakter Qurani untuk Indonesia yang unggul dan mendunia.

A
admin
Lebih dari 200 Guru Ikuti Pelatihan Peningkatan Psychological Well-being Siswa di STIT AL Wafi
Umum
13 Aug 2026

Lebih dari 200 Guru Ikuti Pelatihan Peningkatan Psychological Well-being Siswa di STIT AL Wafi

Depok – Lebih dari 200 guru dan tenaga pendidik mengikuti pelatihan bertema “Guru Sebagai Konselor”, yang diselenggarakan di Masjid Nidaul Islam STIT Al Wafi, pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Deklarasi Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN) dan EDUNation Fest 2025.Pelatihan ini menghadirkan Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., Guru Besar Psikologi Islam, yang memaparkan pentingnya peran guru dalam menjaga kesejahteraan psikologis siswa (Psychological Well-being), atau PWB. Dalam paparannya, Prof. Taufik menjelaskan bahwa kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar siswa.Guru, sebagai sosok yang paling sering berinteraksi dengan siswa, dinilai memiliki posisi strategis dalam mendeteksi perubahan emosi maupun perilaku sejak dini. Oleh karena itu, guru perlu dibekali keterampilan dasar untuk mendampingi siswa secara emosional, seperti kemampuan mendengarkan aktif, memberi penguatan positif, dan menjalin komunikasi yang empatik.Pelatihan juga membahas langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan guru di sekolah, seperti mengenali tanda awal masalah psikologis, melakukan observasi, mencatat perkembangan siswa, dan bekerja sama dengan orang tua serta tim profesional jika diperlukan.Selain itu, peserta diajak untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan ramah, mendorong pola pikir bertumbuh, serta membangun hubungan yang sehat antara siswa, guru, dan lingkungan sekitar.Dengan pelatihan ini, diharapkan guru dapat menjalankan peran ganda sebagai pendidik sekaligus pendamping emosional bagi siswa. Melalui pendekatan yang lebih peka, kolaboratif, dan solutif, para guru dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan generasi yang sehat mental, kuat menghadapi tantangan, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh dukungan

A
admin
STIT Al Wafi Jalin Kerjasama dengan Universitas Internasional Afrika
Umum
13 Aug 2026

STIT Al Wafi Jalin Kerjasama dengan Universitas Internasional Afrika

STIT Al Wafi telah menjalin kerja sama dengan Universitas Internasional Afrika (International University of Africa) pada 10 Agustus 2024, Acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Internasional Afrika, Prof. Dr. Hatim Utsman Muhammad Khair, beserta jajaran pejabat tinggi dari universitas tersebut. serta Dewan Yayasan yang menyambut hangat delegasi dari Sudan tersebut.Selain penandatanganan MoU, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara para pimpinan kedua institusi, yang diwarnai dengan diskusi mengenai rencana-rencana strategis di masa depan. Diharapkan, kolaborasi ini akan membuka pintu bagi pertukaran pelajar, program-program akademik bersama, serta penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan Islam.Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga peresmian Pusat Ujian Mahasiswa Universitas Internasional Afrika di Al Wafi Islamic Boarding School. Pusat ujian ini diharapkan dapat menjadi sarana yang mendukung proses akademik mahasiswa yang terdaftar di Universitas Internasional Afrika. Peresmian ini menandai langkah konkret dalam mempererat hubungan antara kedua institusi dan memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi para mahasiswa.Dengan ditandatanganinya MoU ini, STIT Al Wafi semakin memperkuat posisinya di kancah internasional sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.Pada Kesempatan tersebut Ustadz Ali Saman Hasan menyambut kedatangan Rektor Universitas Internasional Afrika, Prof. Dr. Hatim Utsman Muhammad Khair, di pondok Al Wafi. Beliau menyampaikan bahwa Al Wafi telah memulai pelaksanaan perkuliahan dengan program Double Degree sebagai langkah awal internasionalisasi pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan Islam.Beliau juga menceritakan sedikit sejarah perjuangan Syaikh Ahmad Surkatti dalam berdakwah di Indonesia dan mendirikan ormas Al-Irsyad. Ustadz Ali Saman Hasan berharap dapat melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam untuk santri pondok Al Wafi dan pondok pesantren lainnya. Beliau juga mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan Prof. Hatim Utsman dan sambutan positif terhadap penjelasan yang telah disampaikan.Prof. Hatim Utsman Muhammad Khair mengungkapkan kegembiraannya dapat berada di Indonesia dan bertemu dengan mahasiswa Universitas Internasional Afrika yang sedang melanjutkan ujian akhir semester di markaz ujian di Indonesia. Beliau menyampaikan terima kasih kepada pondok Al Wafi yang telah bersedia menjadi tempat ujian semester bagi mahasiswa mereka. Sebagai bentuk dukungan, Universitas Internasional Afrika juga memberikan 5 beasiswa untuk alumni Al Wafi melanjutkan studi S2 di universitas tersebut.

A
admin
FGD STIT Al Wafi Bogor : Peluang dan Tantangan Pendidikan Bertaraf Internasional
Umum
13 Aug 2026

FGD STIT Al Wafi Bogor : Peluang dan Tantangan Pendidikan Bertaraf Internasional

Tangerang Selatan, Sabtu, 30 November 2024 – Dalam upaya mendukung internasionalisasi pendidikan Islam, Pesantren Alwafi International Islamic Boarding School (WIIBS) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Menuju Sekolah Islam Internasional: Tantangan, Peluang, dan Strategi Implementasi”. Acara yang diadakan di Aula Serbaguna Gedung Kualitas ini melibatkan 127 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi pendidikan Islam, serta pemerhati pendidikan.

A
admin
STIT Al Wafi Adakan FGD Bertajuk Peran Strategis Sekolah Islam Internasional dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Persaingan dalam Dunia Pendidikan
Umum
13 Aug 2026

STIT Al Wafi Adakan FGD Bertajuk Peran Strategis Sekolah Islam Internasional dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Persaingan dalam Dunia Pendidikan

Pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh STIT Al Wafi Bogor di Tangerang Selatan, Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A., Guru Besar Prodi Studi Doktor Pengkajian Islam UIN, sebagai pembicara utama, membahas mengenai peran strategis sekolah Islam internasional dalam menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan dalam dunia pendidikan. Diskusi ini juga menyentuh kebijakan pemerintah Indonesia terkait sekolah internasional.Prof. Dede menjelaskan bahwa fenomena sekolah internasional di Indonesia bukanlah kebijakan yang datang dari atas, tetapi merupakan gerakan masyarakat yang berusaha menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Dalam konteks ini, dengan prediksi bahwa pada 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi, pemerintah perlu mempersiapkan anak muda dengan kemampuan global.Tantangan terbesar, menurut Prof. Dede, adalah ketiadaan regulasi yang jelas pada awalnya. Pemerintah Indonesia baru mengatur sekolah internasional dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Namun, kebijakan ini sempat dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2012, dengan alasan biaya yang terlalu tinggi. Setelah itu, pemerintah tetap memberi ruang dengan mengeluarkan Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014, yang memperkenalkan konsep Sekolah Pendidikan Kerjasama (SPK), di mana sekolah Indonesia dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan asing.Dr. Khairan Muhammad Arif, M.Ed, sebagai moderator, memberikan tanggapan yang menambahkan nuansa berbeda dalam diskusi ini. Dengan penuh apresiasi terhadap penjelasan Prof. Dede, beliau mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai kebijakan dan regulasi pendidikan internasional di Indonesia memang penuh dengan dinamika. Dr. Khairan menyoroti perubahan penting terkait dengan Permendiknas 2014, yang mengubah konsep sekolah internasional menjadi Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK). Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun label “internasional” diubah, sistem pendidikan Indonesia tetap membuka peluang untuk pendidikan berkualitas melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan asing.Dr. Khairan juga menambahkan bahwa dalam SPK terdapat beberapa persyaratan, seperti penerapan standar internasional, pendekatan pembelajaran berbasis OECD, Bilingual Paikem, dan sebagainya. Dalam hal ini, beliau mengajak peserta untuk mencermati lebih dalam regulasi SPK yang ada, agar dapat menyusun sekolah internasional dengan kriteria yang sesuai.Beliau juga menyoroti pengalaman yang mengesankan dari para guru-guru Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Dr. Khairan bercerita tentang Prof. Huzaimah, seorang tokoh yang menyelesaikan S2 dan S3 dalam waktu empat tahun, setelah sebelumnya menempuh pendidikan SMA di Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa padatnya materi yang diajarkan di Indonesia, yang bahkan dapat menyamai standar pendidikan luar negeri. Namun, Dr. Khairan juga mengingatkan bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam konteks kualitas pendidikan yang harus diperbaiki, mengingat padatnya kurikulum yang masih sering tidak sesuai dengan perkembangan global.Dalam akhir diskusi, Prof. Dede menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan agar Indonesia dapat mempersiapkan generasi yang siap bersaing di pasar global, dengan mengutamakan kualitas, bukan kuantitas. Pembicaraan ini memperlihatkan betapa besar peran sekolah internasional dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terus berkembang.

A
admin