Berita Utama
News

STIT Al Wafi Bogor Gelar ORMABA dan Studium General 2026/2027, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Akademik dan Pengembangan Diri

STIT Al Wafi Bogor Gelar ORMABA dan Studium General 2026/2027, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Akademik dan Pengembangan DiriBogor — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) dan Studium General Tahun Akademik 2026/2027 selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 17–19 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, sistem akademik, budaya perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, sekaligus membangun karakter dan kesiapan diri sebagai mahasiswa.Rangkaian ORMABA dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga sebagai proses pembekalan mahasiswa baru agar mampu memahami identitas, nilai, sistem akademik, serta budaya ilmiah yang dikembangkan di STIT Al Wafi Bogor.Hari Pertama: Mengenal Kampus dan Membangun KeakrabanHari pertama ORMABA diawali dengan registrasi dan persiapan peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, tilawah Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars STIT Al Wafi.Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh pimpinan STIT Al Wafi Bogor. Salah satu agenda simbolis dalam pembukaan adalah penyerahan almamater kepada perwakilan mahasiswa baru, sebagai tanda dimulainya perjalanan akademik mahasiswa di STIT Al Wafi.Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan materi mengenai Sejarah, Visi dan Misi STIT Al Wafi yang disampaikan oleh Ust. Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA. Materi ini memperkenalkan perjalanan institusi, nilai-nilai yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan, serta arah pengembangan STIT Al Wafi.Pembekalan berikutnya meliputi pengenalan kelembagaan akademik yang disampaikan oleh Ust. Mhd Saleh, M.Pd, serta materi Budaya Mutu Mahasiswa oleh Usth. Fortin Sri Haryani, S.Si., M.Pd. Mahasiswa diajak memahami bahwa budaya mutu bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan dan dosen, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif mahasiswa.Pada sesi siang, peserta mendapatkan materi mengenai Sistem Akademik, SIAKAD dan LMS yang disampaikan oleh Ust. Taufik Abdurrahman, S.Pd. Materi ini memberikan pemahaman mengenai sistem perkuliahan, KRS/KHS, presensi, pembelajaran daring, serta berbagai layanan akademik.Kegiatan hari pertama ditutup dengan materi Literasi Digital dan Etika Akademik oleh Ust. Suworo, S.Si., M.M. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai etika komunikasi akademik, integritas, literasi digital, serta etika dalam penulisan karya ilmiah.Hari Kedua: Tarbiyah, Dakwah, Literasi Ilmiah dan Studium GeneralMemasuki hari kedua, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai Tarbiyah dan Dakwah yang disampaikan oleh Ust. Dr. Marullah Marzuq, M.Ag., M.Pd. Materi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran tarbiyah dan dakwah serta implementasinya dalam kehidupan akademik dan sosial.Selanjutnya, mahasiswa diperkenalkan secara lebih mendalam dengan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Materi yang disampaikan oleh Ust. M. Bakri Rahimin, Lc., ME mencakup struktur program studi, kurikulum, mata kuliah, sistem perkuliahan, serta jadwal akademik.Salah satu agenda penting lainnya adalah Pengenalan J-EMaS (Journal of Educational Management & Islamic Studies) yang disampaikan oleh Ust. Yusuf Abdullah, M.Pd. Mahasiswa diperkenalkan dengan budaya literasi akademik, penulisan ilmiah, publikasi jurnal, serta pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam menghasilkan dan mendiseminasikan karya ilmiah.Puncak kegiatan hari kedua adalah Studium General dengan tema:“Mengenal Diri, Mengembangkan Potensi, dan Merancang Masa Depan: Menjadi Mahasiswa Unggul dan Berdampak.”Studium General menghadirkan Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D. sebagai narasumber dengan Ust. Mhd Saleh, M.Pd sebagai moderator.Melalui Studium General tersebut, mahasiswa diajak untuk mengenali potensi diri, memahami proses pengembangan diri selama masa perkuliahan, serta mulai merancang masa depan sebagai mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat.Hari Ketiga: Organisasi, Lingkungan Kampus dan KebersamaanHari ketiga menjadi sesi penutup rangkaian ORMABA. Kegiatan diawali dengan materi Pengenalan Organisasi Mahasiswa yang disampaikan oleh Ust. Zikra Juninawan, M.Ed. Mahasiswa mendapatkan pengenalan mengenai organisasi kemahasiswaan serta ruang partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampus.Setelah itu, peserta mengikuti pengenalan lingkungan sekitar kampus. Kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa baru mengenal fasilitas, area penting, tata tertib, serta budaya lingkungan di sekitar kampus STIT Al Wafi Bogor.Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Kesan dan Pesan, Awarding, serta Penutupan ORMABA. Pada sesi tersebut, mahasiswa menyampaikan pengalaman dan kesan selama mengikuti kegiatan sekaligus diberikan penghargaan kepada peserta atau kelompok terbaik.Sebagai penutup sekaligus sarana membangun keakraban antarmahasiswa dan civitas akademika, kegiatan dilanjutkan dengan fun game yang melibatkan panitia dan pimpinan kampus.Membangun Generasi Mahasiswa yang Berilmu dan BerdampakPelaksanaan ORMABA dan Studium General STIT Al Wafi Bogor Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan menjadi langkah awal yang positif bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan perguruan tinggi.Rangkaian kegiatan tersebut memadukan aspek pengenalan institusi, akademik, budaya mutu, literasi ilmiah, tarbiyah, pengembangan diri, organisasi, serta kebersamaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengenal kampus dan sistem perkuliahan, tetapi juga memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sivitas akademika STIT Al Wafi Bogor.Melalui ORMABA ini, STIT Al Wafi Bogor meneguhkan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang memiliki nilai keislaman, wawasan akademik, integritas, kemampuan berorganisasi, serta kesiapan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Selamat datang mahasiswa baru STIT Al Wafi Bogor Tahun Akademik 2026/2027. Selamat memulai perjalanan akademik, membangun kompetensi, dan menjadi mahasiswa yang unggul serta berdampak.

Y
Yusuf Abdullah
21 Sep 2026
Baca
STIT Al Wafi Bogor Gelar ORMABA dan Studium General 2026/2027, Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Akademik dan Pengembangan Diri
★ FEATURED
Kabar Kampus

Artikel Terbaru

Ikuti perkembangan terbaru seputar kegiatan akademik, mahasiswa, dan prestasi civitas akademika.

Bangun Kemitraan Pendidikan, STIT Al Wafi Bogor dan Ma'had Tahfizh Al Yusro Bogor Bahas Peluang Kolaborasi
News
16 Sep 2026

Bangun Kemitraan Pendidikan, STIT Al Wafi Bogor dan Ma'had Tahfizh Al Yusro Bogor Bahas Peluang Kolaborasi

Bangun Kemitraan Pendidikan, STIT Al Wafi Bogor dan Ma'had Tahfizh Al Yusro Bogor Bahas Peluang KolaborasiBogor, 15 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor melakukan kunjungan silaturahmi dan penjajakan kerja sama kelembagaan dengan Ma'had Tahfizh Al Yusro yang berada di kawasan kaki Gunung Salak, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (15/9/2026).Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya STIT Al Wafi Bogor dalam memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga pendidikan Islam sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.Suasana sejuk dan asri kawasan kaki Gunung Salak turut memberikan nuansa kekeluargaan dalam pertemuan kedua lembaga tersebut.Rombongan STIT Al Wafi Bogor disambut langsung oleh Mudir Ma'had Tahfizh Al Yusro, Ust. Andi Hidayat, B.Sh., M.Ed., bersama jajaran pengurus Mahad Tahfidz dan Mahad Aly Al Yusra. Turut hadir Mohammad Deni Atmaja Kusuma Putra, Lc., serta bagian Humas, Ust. Rizqon, S.Pd., M.Pd.Sebelum memasuki agenda utama, pihak Mahad Tahfidz Al Yusra memperkenalkan jajaran tim pengelola Mahad Aly Al Yusra. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan profil serta program pendidikan yang dikembangkan oleh masing-masing lembaga.Mahad Aly Al Yusra Kelola Program Kaderisasi Guru dan MusyrifDalam sambutannya, Mudir Mahad Tahfidz Al Yusra, Ust. Andi Hidayat, B.Sh., M.Ed., menyampaikan apresiasi atas kunjungan STIT Al Wafi Bogor. Ia menyambut baik rencana penjajakan kerja sama antara kedua lembaga sebagai langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih luas.Saat ini, Mahad Aly Al Yusra mengelola program pendidikan kaderisasi guru dan musyrif dengan masa pendidikan tiga tahun. Program tersebut terdiri atas dua tahun atau empat semester untuk tahap persiapan bahasa dan pembelajaran, kemudian dilanjutkan satu tahun program praktik lapangan sekaligus pembekalan life skill dan pemantapan kompetensi.Dalam pengelolaannya, program pendidikan tersebut menggunakan kurikulum I‘dad Lughawy dan Takmily. Saat ini terdapat sekitar 80 santri yang mengikuti program pendidikan, dengan seluruh peserta memperoleh beasiswa penuh.Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa program pendidikan Mahad Aly Al Yusra masih dalam proses pengembangan kelembagaan dan belum memiliki legal formal sebagai perguruan tinggi.STIT Al Wafi Dorong Kolaborasi Pendidikan, Penelitian, dan PengabdianRombongan STIT Al Wafi Bogor terdiri atas unsur pimpinan, program studi, LP2M, serta tim PMB. Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ust. Muhammad Bakri Rahimin, M.E., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Mahad Tahfidz dan Mahad Aly Al Yusra.Dalam pemaparannya, Kaprodi MPI memperkenalkan perkembangan STIT Al Wafi Bogor, khususnya Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Prodi MPI merupakan salah satu program studi yang sedang dikembangkan STIT Al Wafi setelah memperoleh izin operasional institusi pada Oktober 2024.Ia menjelaskan bahwa STIT Al Wafi Bogor saat ini terus melakukan penguatan tata kelola akademik dan mempersiapkan proses akreditasi program studi. Prodi MPI juga telah memperoleh status akreditasi sementara dari LAMDIK sesuai dengan tahapan pengembangan institusi.“Ke depan, kami berharap hubungan antara STIT Al Wafi Bogor dan Mahad Al Yusra tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga,” ujar Ust. Muhammad Bakri Rahimin.Penguatan Kerja Sama melalui MoUSementara itu, Wakil Ketua II STIT Al Wafi Bogor, Ust. Zikra Juninawan, M.Ed., menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama kelembagaan yang lebih konkret.Menurutnya, kerja sama antara STIT Al Wafi Bogor dan Mahad Tahfidz Al Yusra dapat diarahkan pada berbagai bidang, termasuk pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.“Insyaallah, kolaborasi antara dua lembaga ini akan diperkuat melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) setelah pihak Mahad Tahfidz Al Yusra melakukan pembahasan lebih lanjut bersama yayasan,” ungkapnya.Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M STIT Al Wafi Bogor, Ust. Suworo, M.M., memaparkan sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Beberapa peluang kerja sama yang dibahas antara lain pelatihan peningkatan kompetensi guru dan musyrif, seminar mahasiswa, pengembangan kapasitas pengelola lembaga pendidikan, kegiatan penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta program pengembangan sumber daya manusia yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama sesuai kebutuhan dan kesepakatan kedua lembaga.Membangun Sinergi Pendidikan IslamKunjungan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya hubungan kelembagaan yang lebih erat antara STIT Al Wafi Bogor dan Ma'had Tahfizh Al Yusro.Kedua lembaga memiliki perhatian yang sama terhadap pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam pembinaan generasi, penguatan kompetensi pendidik dan pengelola pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik dan nilai-nilai keislaman.Melalui kerja sama yang akan dibangun, STIT Al Wafi Bogor dan Ma'had Tahfizh Al Yusro diharapkan dapat saling mendukung dalam menghadirkan program pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengembangan SDM yang berdampak bagi masyarakat.Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dan dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen awal kedua lembaga untuk melanjutkan komunikasi dan penjajakan kerja sama ke tahap berikutnya.

Y
Yusuf Abdullah
Perkuat Budaya Mutu, STIT Al Wafi Bogor Sharing SPMI dan AMI bersama Kepala Pusat LPM Audit Internasional UIN Sunan Gunung Djati Bandung
News
14 Sep 2026

Perkuat Budaya Mutu, STIT Al Wafi Bogor Sharing SPMI dan AMI bersama Kepala Pusat LPM Audit Internasional UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Perkuat Budaya Mutu, STIT Al Wafi Bogor Sharing SPMI dan AMI bersama Kepala Pusat LPM Audit Internasional UIN Sunan Gunung Djati BandungBandung, 14 September 2026 — Dalam rangka memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan mempersiapkan proses akreditasi institusi tahun 2027, STIT Al-Wafi Bogor melakukan kunjungan dan sharing praktik baik terkait pelaksanaan SPMI dan Audit Mutu Internal (AMI) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi STIT Al-Wafi Bogor untuk memperoleh wawasan dan berbagi pengalaman mengenai implementasi penjaminan mutu dalam membangun budaya mutu institusi yang berkelanjutan.Dalam kunjungan tersebut, tim STIT Al-Wafi Bogor berkesempatan berdiskusi dengan Ibu Dr.Elis Ratna Wulan,S.Si.,MT.,CIIQA,CIT, selaku Kepala Pusat LPM Audit Internasional UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Diskusi membahas berbagai praktik baik dalam pelaksanaan SPMI dan AMI, termasuk penguatan sistem audit mutu internal sebagai bagian penting dalam memastikan pelaksanaan standar mutu di lingkungan perguruan tinggi berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.Selain sharing praktik baik, pertemuan juga membahas rencana pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) bagi seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik) STIT Al-Wafi Bogor. Pelatihan ini dirancang sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penjaminan mutu sekaligus membangun keterlibatan seluruh unsur institusi dalam menciptakan budaya mutu.Pelibatan tenaga kependidikan dalam penguatan SPMI diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme audit mutu internal, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan.Persiapan Akreditasi Institusi 2027Penguatan SPMI dan peningkatan kompetensi Auditor Mutu Internal menjadi bagian dari persiapan STIT Al Wafi Bogor menghadapi akreditasi institusi tahun 2027. Melalui sistem penjaminan mutu yang semakin kuat, STIT Al Wafi berkomitmen memastikan setiap proses akademik maupun nonakademik dilaksanakan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan.Kegiatan sharing ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi STIT Al-Wafi dalam mengembangkan sistem AMI yang lebih efektif, objektif, terdokumentasi, serta berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.STIT Al Wafi Bogor menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan berbagi praktik baik yang diberikan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Semoga silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus terjalin serta memberikan manfaat bagi penguatan tata kelola dan budaya mutu perguruan tinggi.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap ikhtiar STIT Al-Wafi Bogor untuk terus meningkatkan mutu institusi dan mempersiapkan akreditasi tahun 2027.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al-Wafi Bogor Jalin Silaturahmi dan Sosialisasikan PMB di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah Bogor
News
14 Sep 2026

STIT Al-Wafi Bogor Jalin Silaturahmi dan Sosialisasikan PMB di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah Bogor

STIT Al-Wafi Bogor Jalin Silaturahmi dan Sosialisasikan PMB di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah BogorBogor, 12 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor terus memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga pendidikan Islam dan pesantren. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, Bogor, pada Sabtu (12/9/2026).Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIT Al-Wafi Bogor, khususnya bagi pegawai, musyrif, serta peserta program pengabdian di lingkungan pesantren yang belum menempuh pendidikan jenjang Strata Satu (S1).Rombongan STIT Al-Wafi Bogor disambut oleh Ustaz Didi selaku Wakil Mudir, Ustaz Tata selaku Sekretaris Yayasan, serta Ustaz Suryadi dari bagian keuangan Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah.Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zikra memaparkan program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STIT Al-Wafi Bogor. Program studi ini dinilai memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pengelolaan lembaga pendidikan dan pesantren, termasuk dalam aspek kepengasuhan, manajemen kepesantrenan, pengelolaan SDM, serta pengembangan sistem pendidikan.Program pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi para pegawai dan musyrif pesantren untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional tanpa harus meninggalkan tanggung jawab serta aktivitas pengabdian mereka di pesantren.Membuka Peluang Pengembangan Kurikulum KepengasuhanSelain sosialisasi PMB, pertemuan juga berkembang menjadi diskusi mengenai pengembangan kurikulum kepengasuhan di pesantren.Ustaz Didi menyampaikan bahwa bidang kepengasuhan di Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah saat ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, khususnya dalam penyusunan kurikulum yang baku, sistematis, dan terstruktur. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi ruang sinergi antara Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah dan STIT Al-Wafi Bogor dalam pengembangan sistem kepengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan pesantren.Menanggapi hal tersebut, Ustaz Saleh selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STIT Al-Wafi Bogor menyampaikan pentingnya dilakukan kajian yang lebih mendalam mengenai konsep dan kurikulum kepengasuhan di lingkungan pesantren.Menurutnya, kurikulum kepengasuhan tidak dapat sepenuhnya diseragamkan karena setiap pesantren memiliki karakteristik, visi, budaya, serta kebutuhan peserta didik yang berbeda. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum perlu dilakukan secara kontekstual dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pendidikan Islam dan kebutuhan perkembangan santri.“Setiap pesantren memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kurikulum kepengasuhan perlu dikembangkan berdasarkan kajian yang mendalam agar benar-benar sesuai dengan visi, budaya, dan kebutuhan masing-masing pesantren,” jelas Ustaz Saleh.Menuju Sinergi Penguatan SDM PesantrenPertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi sarana silaturahmi, kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi yang lebih konkret antara STIT Al-Wafi Bogor dan Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah.Sinergi tersebut dapat diarahkan pada beberapa bidang, antara lain peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik SDM pesantren, pengembangan kurikulum kepengasuhan, peningkatan kapasitas musyrif dan pengelola pesantren, serta penguatan akses pendidikan tinggi bagi tenaga kepesantrenan.STIT Al-Wafi Bogor berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan pesantren dan lembaga pendidikan Islam sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Islam.

Y
Yusuf Abdullah
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, STIT Al Wafi Kunjungi Ma’had Riyadhul Jannah Bojongsari
Umum
10 Sep 2026

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, STIT Al Wafi Kunjungi Ma’had Riyadhul Jannah Bojongsari

STIT Al Wafi Jalin Silaturahmi dan Penjajakan Kolaborasi dengan Ma’had Riyadhul Jannah Bojongsari DepokDepok, 10 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor terus memperluas jejaring dan memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan Islam. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan silaturahmi ke Ma’had Riyadhul Jannah, Yayasan Ibnu Abi Hatim, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 10 September 2026.Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya STIT Al Wafi untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.Pertemuan diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua II STIT Al Wafi Bidang Nonakademik yang menyampaikan tujuan kunjungan serta apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Ma’had Riyadul Jannah atas sambutan yang diberikan kepada tim STIT Al Wafi.Dalam kesempatan tersebut, Ust. Zikra Juninawan menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membangun kolaborasi antara STIT Al Wafi dan Yayasan Ibnu Abi Hatim, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.Pengenalan Program Studi Manajemen Pendidikan IslamSelanjutnya, Ust. Muhammad Bakri memaparkan profil dan gambaran umum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STIT Al Wafi Bogor. Pemaparan mencakup karakteristik program studi, arah pendidikan, serta legalitas dan perkembangan akreditasi Program Studi MPI.Dalam penjelasannya, disampaikan bahwa Program Studi MPI STIT Al Wafi saat ini telah memperoleh status akreditasi sementara dan sedang dalam proses menuju akreditasi program studi. Hal ini menjadi bagian dari komitmen STIT Al Wafi untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi dan memastikan program studi berkembang sesuai dengan standar yang berlaku.Pengenalan Program Studi MPI tersebut mendapat respons positif dari pihak Ma’had Riyadul Jannah dan Yayasan Ibnu Abi Hatim. Pihak yayasan menyampaikan apresiasi atas kunjungan STIT Al Wafi serta melihat adanya peluang yang relevan untuk membangun sinergi pendidikan.Mendukung Peningkatan Kualifikasi Tenaga PendidikDalam pertemuan tersebut, pihak Yayasan Ibnu Abi Hatim menyampaikan bahwa saat ini yayasan mengelola beberapa jenjang lembaga pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMA. Seiring dengan perkembangan lembaga, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi akademik tenaga pendidik.Beberapa tenaga pengajar di lingkungan Yayasan Ibnu Abi Hatim juga membutuhkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia.Dalam konteks tersebut, keberadaan STIT Al Wafi dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu mitra dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui akses pendidikan tinggi yang relevan, khususnya di bidang Manajemen Pendidikan Islam.Memperkuat Silaturahmi dan Sinergi BerkelanjutanPihak Ma’had Riyadul Jannah menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan oleh STIT Al Wafi Bogor. Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat dilanjutkan dengan komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.Silaturahmi ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk saling mengenal potensi dan kebutuhan masing-masing, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat.STIT Al Wafi Bogor berkomitmen untuk terus membangun jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan Islam sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan tinggi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pesantren.Dengan terjalinnya hubungan yang baik bersama Ma’had Riyadul Jannah dan Yayasan Ibnu Abi Hatim, diharapkan dapat lahir berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di lingkungan yayasan.STIT Al Wafi Bogor — Bersama Membangun Pendidikan Islam yang Berkualitas dan Berdampak.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Pendidikan melalui Kunjungan ke Pesantren Darussunnah Parung dan Tuhfatul Islam Ciseeng
News
10 Sep 2026

STIT Al Wafi Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Pendidikan melalui Kunjungan ke Pesantren Darussunnah Parung dan Tuhfatul Islam Ciseeng

STIT Al Wafi Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Pendidikan melalui Kunjungan ke Pesantren Darussunnah Parung dan Tuhfatul Islam CiseengBogor, 9 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor terus memperkuat hubungan kelembagaan dan jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren di wilayah Bogor. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darussunnah Parung dan Pondok Pesantren Tuhfatul Islam Ciseeng pada Rabu, 9 September 2026.Kegiatan kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar STIT Al Wafi untuk membangun komunikasi, mempererat ukhuwah, sekaligus membuka ruang sinergi dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam. Selain memperkenalkan profil perguruan tinggi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendiskusikan peluang pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.Kunjungan ke Pondok Pesantren Darussunnah ParungKunjungan pertama dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussunnah Parung. Tim STIT Al Wafi diterima dengan baik oleh pihak pesantren dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.Dalam kesempatan tersebut, tim STIT Al Wafi memperkenalkan profil institusi, visi dan misi, program studi, fasilitas pendidikan, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai program unggulan yang dikembangkan oleh STIT Al Wafi.Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi bagi para santri, khususnya melalui program studi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan keilmuan dan profesionalisme lulusan pesantren.Pertemuan berlangsung secara komunikatif dengan adanya diskusi dan pertukaran informasi mengenai berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan. Pihak pesantren menyambut baik kehadiran STIT Al Wafi dan membuka ruang untuk komunikasi serta sinergi lebih lanjut.Silaturahmi ke Pondok Pesantren Tuhfatul Islam CiseengSetelah kunjungan ke Darussunnah Parung, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Tuhfatul Islam Ciseeng.Dalam pertemuan tersebut, tim STIT Al Wafi kembali menyampaikan pengenalan mengenai institusi, program pendidikan, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para santri untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara perguruan tinggi dan pesantren. STIT Al Wafi memandang bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang memiliki integritas keislaman sekaligus kompetensi akademik dan profesional.Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia.Membuka Peluang Kolaborasi PendidikanMelalui kunjungan ke kedua pesantren tersebut, STIT Al Wafi berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan kemahasiswaan.Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen STIT Al Wafi Bogor untuk terus memperluas jejaring dengan lembaga pendidikan Islam dan menghadirkan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi para santri.Dengan terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang baik antara STIT Al Wafi dengan berbagai pondok pesantren, diharapkan lahir sinergi yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga serta turut berkontribusi dalam mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan di tengah perkembangan zaman.STIT Al Wafi Bogor — Bersama Membangun Pendidikan Islam yang Berkualitas dan Berdampak.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Kampus ke Pesantren Darul Wahyain Depok
Umum
09 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Kampus ke Pesantren Darul Wahyain Depok

STIT Al Wafi Bogor Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Kampus ke Pesantren Darul Wahyain DepokDepok, 8 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor melakukan kunjungan silaturahmi dan sosialisasi kelembagaan ke Pesantren Darul Wahyain, Sawangan, Depok. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya STIT Al Wafi Bogor dalam memperluas jejaring kerja sama dengan pesantren dan lembaga pendidikan Islam sekaligus memperkenalkan program pendidikan tinggi kepada para santri.Pertemuan diawali oleh Ust. Mhd. Saleh, M.Pd. yang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan STIT Al Wafi Bogor. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan untuk mensosialisasikan keberadaan dan program pendidikan STIT Al Wafi Bogor, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan Pesantren Darul Wahyain dalam berbagai bidang pendidikan dan pengembangan kelembagaan.Salah satu program yang diperkenalkan adalah peluang beasiswa bagi para hafizh Al-Qur’an dan kader pesantren. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang telah mereka dapatkan.Selanjutnya, Ust. Muhammad Bakri Rahimin memperkenalkan sejarah berdirinya STIT Al Wafi Bogor serta perkembangan program studi yang saat ini diselenggarakan. STIT Al Wafi Bogor saat ini memiliki Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam.Dalam pemaparannya, disampaikan pula bahwa penerimaan mahasiswa baru STIT Al Wafi Bogor telah dimulai sejak tahun 2025, setelah memperoleh izin penyelenggaraan pada tahun 2024. Ke depan, STIT Al Wafi Bogor berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan dengan pesantren, termasuk Pesantren Darul Wahyain, salah satunya melalui kerja sama dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).Sementara itu, Ust. Taufik selaku Mudir Pesantren Darul Wahyain menyambut baik kunjungan STIT Al Wafi Bogor. Beliau turut menceritakan perjalanan berdirinya Pesantren Darul Wahyain yang pada awalnya dirintis di Anyer, kemudian berkembang dan berpindah ke wilayah Depok pada tahun 2023 setelah masa pandemi COVID-19.Dalam kesempatan tersebut, Ust. Taufik juga menyampaikan bahwa dirinya telah lama memiliki keinginan untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke Al Wafi. Menurutnya, kunjungan STIT Al Wafi Bogor ke Darul Wahyain menjadi salah satu jalan yang mempertemukan kedua lembaga dalam semangat silaturahmi dan kolaborasi.Beliau juga menjelaskan bahwa sekitar 90 persen santri Pesantren Darul Wahyain berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para santri untuk belajar dan berprestasi. Hal tersebut terlihat dari sejumlah santri Darul Wahyain yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan yang diselenggarakan di Mahad Al Wafi dan Mahad Al Bina.Di akhir pertemuan, Mudir Pesantren Darul Wahyain menyambut baik tawaran STIT Al Wafi Bogor untuk melakukan sosialisasi kepada para orang tua santri dan pihak-pihak terkait. Hal ini menjadi langkah awal untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi para santri Darul Wahyain, khususnya melalui program studi dan peluang beasiswa yang ditawarkan STIT Al Wafi Bogor.Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara STIT Al Wafi Bogor dan Pesantren Darul Wahyain, tidak hanya dalam aspek sosialisasi pendidikan tinggi, tetapi juga dalam pengembangan program akademik, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan kader pesantren, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.STIT Al Wafi Bogor — Menguatkan Pendidikan, Membangun Peradaban.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor Kunjungi Pesantren Tahfidzul Quran Al Maa Parung, Sosialisasikan Program dan Beasiswa Kader Pesantren
News
07 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor Kunjungi Pesantren Tahfidzul Quran Al Maa Parung, Sosialisasikan Program dan Beasiswa Kader Pesantren

STIT Al Wafi Bogor Kunjungi Pesantren Tahfidzul Quran Al Maa Parung, Sosialisasikan Program dan Beasiswa Kader PesantrenBogor — 7 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor melakukan kunjungan silaturahmi dan sosialisasi ke Pesantren Tahfidzul Quran Al Maa, Parung, Bogor, pada Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STIT Al Wafi Bogor untuk memperluas sinergi dengan pesantren sekaligus memperkenalkan program pendidikan tinggi kepada para santri.Dalam kunjungan tersebut, tim STIT Al Wafi Bogor menyampaikan informasi mengenai profil kampus, program studi, lingkungan akademik, serta berbagai peluang pendidikan yang dapat diakses oleh para alumni dan santri pesantren.Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah sosialisasi program Beasiswa Kader Pesantren yang ditawarkan oleh STIT Al Wafi Bogor. Program ini ditujukan sebagai salah satu bentuk komitmen kampus dalam memberikan kesempatan kepada kader-kader pesantren untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik dan pemahaman keislaman yang kuat.Melalui program beasiswa tersebut, STIT Al Wafi Bogor berharap dapat turut berkontribusi dalam mencetak generasi penerus pesantren yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, dan manajemen pendidikan.Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara STIT Al Wafi Bogor dan Pesantren Tahfidzul Quran Al Maa dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pembinaan kader pesantren.STIT Al Wafi Bogor berharap silaturahmi ini dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pesantren. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak akses pendidikan tinggi bagi para santri dan alumni pesantren, khususnya melalui jalur Beasiswa Kader Pesantren.STIT Al Wafi Bogor — Bersama Pesantren Membangun Generasi Berilmu, Berkarakter, dan Berdampak.

Y
Yusuf Abdullah
Operator STIT Al Wafi Bogor, Ikuti Workshop Nasional XI FORPTI 2026
News
03 Sep 2026

Operator STIT Al Wafi Bogor, Ikuti Workshop Nasional XI FORPTI 2026

Operator STIT Al Wafi Bogor, Ikuti Workshop Nasional XI FORPTI 2026Bandung, 21 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pengelolaan data perguruan tinggi, Ust. Zacky Haidar, selaku Operator STIT Al Wafi Bogor, mengikuti Workshop Nasional XI Forum Operator Perguruan Tinggi Islam (FORPTI) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 19–21 Agustus 2026 di Hotel Golden Flower, Bandung.Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Tata Kelola Data Perguruan Tinggi Islam: Sinergi EMIS, SAPTO 2.0, SISTER, dan NeoFeeder PDDIKTI Tahun 2026.” Workshop ini menjadi wadah bagi para operator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) untuk meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengelolaan data perguruan tinggi.Keikutsertaan Ust. Zacky Haidar menjadi bagian dari komitmen STIT Al Wafi Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola data dan sistem informasi perguruan tinggi. Peran operator saat ini tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam memastikan validitas, konsistensi, integritas, dan keterpaduan data yang dilaporkan melalui berbagai sistem nasional.Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah sistem penting dalam tata kelola data perguruan tinggi, di antaranya EMIS 4.0 Dikti, SISTER, NeoFeeder-PDDIKTI, dan SAPTO 2.0. Selain itu, peserta juga mengikuti materi mengenai digitalisasi pelaporan perguruan tinggi serta klinik pelaporan untuk membahas berbagai persoalan teknis dan strategi implementasi di masing-masing institusi.Workshop ini secara khusus bertujuan meningkatkan kualitas pelaporan data perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi para operator PTKIS. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan berbagi pengalaman antarpengelola data perguruan tinggi Islam.Bagi STIT Al Wafi Bogor, peningkatan kompetensi operator diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan tata kelola data, peningkatan kualitas pelaporan, serta kesiapan institusi dalam menghadapi proses evaluasi dan akreditasi.Melalui keikutsertaan dalam Workshop Nasional XI FORPTI, STIT Al Wafi Bogor terus mendorong terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akurat, terintegrasi, dan berbasis data, sejalan dengan upaya peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan.

Y
Yusuf Abdullah
Ketua LPM STIT Al Wafi Bogor Lulus Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) UGM
News
03 Sep 2026

Ketua LPM STIT Al Wafi Bogor Lulus Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) UGM

Ketua LPM STIT Al Wafi Bogor Lulus Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) UGMBogor, Agustus 2026 — Komitmen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi terus dikembangkan. Hal ini ditunjukkan melalui keikutsertaan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIT Al Wafi Bogor, Usth. Fortin Sri Haryani, S.Si., M.Pd., dalam Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas Gadjah Mada (UGM).Pelatihan tersebut dilaksanakan pada 6–7 Agustus 2026 dan diikuti oleh peserta dari berbagai institusi. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan ujian, Usth. Fortin Sri Haryani dinyatakan LULUS serta memiliki kualifikasi sebagai Auditor Mutu Internal sesuai sertifikat yang diterbitkan pada 13 Agustus 2026 oleh SPMRU UGM.Pelatihan AMI ini membekali peserta dengan berbagai kompetensi yang berkaitan dengan pelaksanaan audit mutu internal. Materi yang diberikan meliputi pengertian Audit Mutu Internal, perencanaan dan pelaksanaan AMI, audit dokumen/sistem, audit lapangan atau simulasi audit kepatuhan, penyusunan laporan audit mutu internal, presentasi hasil audit, hingga penyusunan rencana tindak lanjut temuan audit.Keikutsertaan Ketua LPM dalam pelatihan dan sertifikasi AMI ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penjaminan mutu di lingkungan STIT Al Wafi Bogor. Kompetensi sebagai Auditor Mutu Internal diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.Melalui peningkatan kompetensi tersebut, STIT Al Wafi Bogor terus berupaya membangun budaya mutu dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik pada bidang akademik maupun nonakademik. Penguatan kapasitas auditor internal juga diharapkan mampu mendorong proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta pencapaian standar mutu perguruan tinggi.STIT Al Wafi Bogor — Menguatkan Budaya Mutu, Membangun Pendidikan Tinggi Berdaya Saing.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor Terima Kunjungan STIT Madani Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam
News
03 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor Terima Kunjungan STIT Madani Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam

STIT Al Wafi Bogor Terima Kunjungan STIT Madani Yogyakarta, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi IslamBogor, 2 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta pada Rabu (2/9/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama antarlembaga perguruan tinggi keagamaan Islam.Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua STIT Al Wafi Bogor, Ustadz Ali Saman Hasan, bersama Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Ustadz Muhammad Bakri Rahimin, serta jajaran tenaga kependidikan dari bagian BAUK dan BAAK.Dalam sambutannya, Ketua STIT Al Wafi Bogor menyampaikan apresiasi atas kunjungan STIT Madani Yogyakarta. Ia berharap hubungan baik antara kedua perguruan tinggi dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi, khususnya dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.Menurutnya, kolaborasi dan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Islam menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas institusi sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam, baik di tingkat nasional maupun dalam kancah internasional.Dalam kesempatan tersebut, rombongan STIT Madani Yogyakarta juga menyempatkan diri mengunjungi gedung perkuliahan STIT Al Wafi Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat secara langsung lingkungan akademik dan fasilitas perkuliahan yang dimiliki STIT Al Wafi Bogor.Sementara itu, Ketua STIT Madani Yogyakarta, Ustadz Amrin Mustofa, M.H., menyampaikan bahwa STIT Madani Yogyakarta memperoleh izin penyelenggaraan pada tahun 2017 dan memiliki sejumlah program studi, di antaranya S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) dan S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA).Ustadz Amrin berharap silaturahmi yang terjalin dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret antara STIT Madani Yogyakarta dan STIT Al Wafi Bogor, terutama dalam bidang penelitian serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya.Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi yang lebih luas antara STIT Al Wafi Bogor dan STIT Madani Yogyakarta. Melalui kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi dapat bersama-sama berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor  bersama Al Wafi International Islamic Boarding School Turut Meramaikan Dua Pameran Pendidikan Nasional
News
02 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor bersama Al Wafi International Islamic Boarding School Turut Meramaikan Dua Pameran Pendidikan Nasional

STIT Al Wafi Bogor dan Al Wafi International Islamic Boarding School Turut Meramaikan Dua Pameran Pendidikan BesarBogor, 2 September 2026 — STIT Al Wafi Bogor bersama Al Wafi International Islamic Boarding School (IIBS) turut ambil bagian dalam dua gelaran pendidikan besar yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Kehadiran Al Wafi dalam dua event tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas ekosistem pendidikan Al Wafi kepada masyarakat, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.Dua event pendidikan yang diikuti tersebut adalah PULDAPII Muslim Edufest yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, dan EduNation Fest 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta.Dalam kegiatan tersebut, booth Al Wafi menjadi salah satu ruang interaksi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat. Para pengunjung yang terdiri dari orang tua, calon santri, maupun masyarakat yang sedang mencari informasi pendidikan berkesempatan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai program dan lingkungan pendidikan Al Wafi.Keikutsertaan STIT Al Wafi Bogor dalam rangkaian kegiatan ini juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Al Wafi. Melalui kehadiran bersama Al Wafi IIBS, masyarakat dapat mengenal pilihan pendidikan yang tersedia sekaligus mendapatkan gambaran mengenai keberlanjutan pendidikan dalam lingkungan Al Wafi.Selama tiga hari pelaksanaan, booth Al Wafi mendapatkan sambutan dan antusiasme dari para pengunjung. Interaksi tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga membuka ruang diskusi antara tim Al Wafi dengan calon peserta didik dan orang tua mengenai berbagai pilihan serta kebutuhan pendidikan.Keikutsertaan dalam dua pameran pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya STIT Al Wafi Bogor dan Al Wafi International Islamic Boarding School untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperluas jejaring di bidang pendidikan.Melalui momentum ini, Al Wafi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai program pendidikan yang dikembangkan di lingkungan Al Wafi.Dua pameran, satu semangat: memperluas akses informasi dan menghadirkan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Y
Yusuf Abdullah
Dosen STIT Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Hadir dalam Bedah Buku Habitual Leadership di EduNation Fest 2026
News
02 Sep 2026

Dosen STIT Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Hadir dalam Bedah Buku Habitual Leadership di EduNation Fest 2026

Dosen STIT Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Hadir dalam Bedah Buku Habitual Leadership di EduNation Fest 2026Bogor, 2 September 2026 — Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor, Ust. Kartiko Adi Pramono, Dipl.Ing., HTL., ACMC., M.Pd., turut berkontribusi dalam rangkaian EduNation Fest 2026 melalui sesi Bedah Buku Habitual Leadership.Kegiatan bedah buku tersebut berlangsung dalam suasana interaktif dan inspiratif. Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk memahami kembali makna kepemimpinan serta bagaimana kepemimpinan dapat dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.Dalam pembahasannya, Ust. Kartiko mengajak peserta untuk melihat bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga dimulai dari kemampuan seseorang dalam memimpin dirinya sendiri. Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, membangun relasi, serta menciptakan pengaruh positif bagi lingkungan.Lebih dari sekadar pembahasan teoritis, Habitual Leadership mengajak peserta untuk mengenali kebiasaan diri, membangun kebiasaan positif, dan menjadikannya sebagai fondasi kepemimpinan yang berdampak. Nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam berbagai peran, termasuk sebagai guru, pimpinan, maupun orang tua.Keikutsertaan Ust. Kartiko dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen STIT Al Wafi Bogor dalam memperluas peran akademisi di tengah masyarakat. Kehadiran dosen tidak hanya melalui aktivitas pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga melalui berbagi gagasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam berbagai forum pendidikan dan pengembangan kepemimpinan.Melalui sesi bedah buku ini, peserta diajak untuk membangun kesadaran bahwa perubahan besar dalam kepemimpinan dapat dimulai dari langkah sederhana: membangun kebiasaan, membentuk karakter, dan menciptakan kepemimpinan yang berdampak.STIT Al Wafi Bogor terus mendorong para dosennya untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, kepemimpinan, dan masyarakat melalui kapasitas keilmuan serta pengalaman yang dimiliki.

Y
Yusuf Abdullah
STIT Al Wafi Bogor Dorong Pengembangan Program Magister MPI Berorientasi Mutu Internasional
News
02 Sep 2026

STIT Al Wafi Bogor Dorong Pengembangan Program Magister MPI Berorientasi Mutu Internasional

STIT Al Wafi Bogor Dorong Pengembangan Program Magister MPI Berorientasi Mutu InternasionalBogor, 31 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang bermutu dan berorientasi pada standar internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Kajian Akademik: Tantangan dan Peluang Pengembangan Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Berorientasi Mutu Internasional yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026.Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Prof. Dr. Fauzan, M.A., Guru Besar Bidang Pengembangan Kurikulum Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan arah pengembangan Program Studi Magister MPI di lingkungan STIT Al Wafi Bogor.Dalam sambutannya, Ketua STIT Al Wafi Bogor, Ust. Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA, menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi MPI memberikan ruang yang lebih luas bagi para guru di pesantren untuk mengembangkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang manajemen pendidikan dengan perspektif bertaraf internasional.Sementara itu, Prof. Fauzan mengawali kajiannya dengan membahas Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi serta sejumlah regulasi terbaru yang menjadi landasan dalam pengelolaan dan pengembangan perguruan tinggi. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain aktivitas dan prestasi mahasiswa, kerja sama dan hilirisasi, kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), pendapatan non-UKT, serta kesejahteraan dosen.Penguatan Sistem Penjaminan MutuDalam kajian tersebut, penjaminan mutu menjadi salah satu pembahasan utama. Prof. Fauzan menjelaskan tiga pilar penjaminan mutu perguruan tinggi, yaitu SPMI, SPME, dan SN Dikti. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi mesin penggerak mutu internal perguruan tinggi melalui siklus PPEPP, yang memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan otonomi dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.Evaluasi mutu internal juga perlu memperhatikan sejumlah aspek penting, di antaranya aktivitas dan jumlah mahasiswa, masa tempuh kurikulum, serta masa penyelesaian studi dan serapan lulusan.Pembahasan juga mencakup perkembangan standar akademik dan lulusan untuk jenjang S1, S2, dan S3. Regulasi terbaru memberikan fleksibilitas yang lebih luas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk dalam bentuk tugas akhir. Tugas akhir tidak lagi terbatas pada skripsi, tesis, atau disertasi, tetapi dapat dikembangkan dalam bentuk prototipe, proyek, maupun bentuk lain yang dapat dinilai melalui asesmen.Tiga Pilar Pengembangan S2 MPISecara khusus, Prof. Fauzan memaparkan sejumlah persyaratan yang perlu dipersiapkan dalam pembukaan Program Studi S2 MPI. Persiapan tersebut mencakup aspek tata kelola dan legalitas, sumber daya manusia, infrastruktur dan sarana prasarana, kurikulum, serta sistem penjaminan mutu.Dari sisi sumber daya manusia, perguruan tinggi perlu memastikan ketersediaan dosen dengan kualifikasi akademik yang sesuai. Sementara dari sisi sarana prasarana, kebutuhan pengembangan S2 antara lain meliputi ruang perkuliahan, ruang dosen, ruang administrasi, ruang akademik mahasiswa untuk diskusi dan kegiatan ilmiah, fasilitas internet, serta perpustakaan. Hal ini penting mengingat pendidikan pada jenjang magister memiliki orientasi kuat terhadap kegiatan akademik dan publikasi ilmiah.Sebelum mengajukan pembukaan program studi baru, perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa program studi yang akan dikembangkan memiliki prospek dan tidak berada pada kondisi jenuh atau minim peminat. Karena itu, diperlukan studi kelayakan serta analisis terhadap program studi sejenis sebagai bagian dari proses perencanaan.Mematangkan Persiapan Pembukaan S2 MPIDalam kajian tersebut juga ditegaskan pentingnya validasi administrasi dan kelembagaan sebelum pengajuan program studi baru. Beberapa aspek yang perlu dipastikan antara lain persetujuan yayasan, pertimbangan senat akademik, pemenuhan standar mutu dan persyaratan minimum akreditasi sesuai Standar Nasional Perguruan Tinggi, serta rekomendasi dari Kopertais atau LLDIKTI sesuai kewenangan masing-masing.Melalui kegiatan ini, STIT Al Wafi Bogor mendapatkan penguatan perspektif akademik dan strategis dalam mempersiapkan pengembangan Program Studi S2 MPI. Kajian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa rencana pengembangan program magister tidak hanya berorientasi pada pembukaan program studi, tetapi juga pada kesiapan tata kelola, kualitas SDM, kurikulum, sarana prasarana, penjaminan mutu, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan.Dengan langkah tersebut, STIT Al Wafi Bogor berkomitmen untuk terus membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif terhadap regulasi, dan memiliki daya saing melalui penguatan mutu akademik serta pengembangan program studi yang berkelanjutan.

Y
Yusuf Abdullah
Ketua STIT Al-Wafi Bogor Sekaligus Ketua KOPIN Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pendidikan Islam Berstandar Global
News
31 Aug 2026

Ketua STIT Al-Wafi Bogor Sekaligus Ketua KOPIN Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pendidikan Islam Berstandar Global

Ketua STIT Al-Wafi Bogor Sekaligus Ketua KOPIN Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pendidikan Islam Berstandar GlobalJakarta, 28 Agustus 2026 — Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor sekaligus Ketua Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN), Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA., menegaskan pentingnya kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.Hal tersebut disampaikan dalam Deklarasi KOPIN & Seminar Nasional yang digelar sebagai bagian dari rangkaian EduNation Fest, Jumat (28/8/2026) di JICC, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KOPIN dalam membangun jejaring dan memperkuat sinergi lembaga pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.KOPIN hadir sebagai konsorsium lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pengembangan pendidikan, riset, pelatihan, serta kolaborasi dan jejaring pendidikan di tingkat global.Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dalam dan luar negeri, terdiri atas akademisi, pendidik, praktisi, serta pemangku kepentingan pendidikan. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap ruang kolaborasi, pertukaran gagasan, dan pengembangan praktik pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman.Ketua STIT Al-Wafi Bogor Dorong Ekosistem Pendidikan Islam yang KolaboratifDalam sambutannya sebagai Ketua KOPIN, Dr. Ali Saman Hasan, Lc., L.LM., MA., menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan Islam yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.Menurutnya, lembaga pendidikan Islam tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan global. Diperlukan kerja sama yang kuat dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, riset, hingga pengembangan jejaring internasional.Semangat kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya STIT Al-Wafi Bogor dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam dan membangun jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan.Seminar Nasional Hadirkan Perspektif Strategis PendidikanSetelah sambutan Ketua KOPIN, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional yang menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi.Prof. JM Muslimin, pakar kebijakan dan tata kelola perguruan tinggi, membahas regulasi strategis dan arah kebijakan transformasi pendidikan nasional menuju pendidikan bermutu untuk semua.Selanjutnya, Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengangkat tema transformasi tata kelola satuan pendidikan melalui kepemimpinan pembelajaran dan budaya mutu yang berkelanjutan.Sementara itu, Prof. Dr. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., Staf Khusus Mendikdasmen Bidang STEM dan Kompetensi Guru, membahas inovasi pembelajaran berbasis STEM, peningkatan kompetensi guru, serta pentingnya student well-being dalam proses pendidikan.Ketiga perspektif tersebut memperkaya diskusi mengenai arah transformasi pendidikan, khususnya bagaimana lembaga pendidikan dapat terus melakukan inovasi tanpa kehilangan fondasi nilai, karakter, dan tujuan utama pendidikan.Deklarasi KOPIN, Langkah Awal Kolaborasi Pendidikan IslamDeklarasi KOPIN menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring lembaga pendidikan Islam Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.Sebagai Ketua KOPIN sekaligus Ketua STIT Al-Wafi Bogor, Dr. Ali Saman Hasan diharapkan dapat terus mendorong terbangunnya kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam berbagai bidang strategis.Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah, pelatihan dan peningkatan kompetensi pendidik, pertukaran guru dan siswa, serta penguatan jejaring pendidikan Islam Indonesia di forum internasional.KOPIN diharapkan menjadi ruang bersama bagi lembaga pendidikan Islam untuk saling belajar, berbagi praktik baik, membangun inovasi, dan tumbuh bersama menuju pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.Bagi STIT Al-Wafi Bogor, keterlibatan dalam KOPIN juga menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas jejaring dan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.Deklarasi KOPIN bukan sekadar sebuah peresmian, tetapi menjadi komitmen untuk bergerak bersama.Dari Indonesia untuk dunia.

Y
Yusuf Abdullah
Raker STIT Al Wafi Bogor Rumuskan Strategi Penguatan Mutu, Daya Saing Global, dan Pengembangan Institusi
News
31 Aug 2026

Raker STIT Al Wafi Bogor Rumuskan Strategi Penguatan Mutu, Daya Saing Global, dan Pengembangan Institusi

Raker STIT Al Wafi Bogor Rumuskan Strategi Penguatan Mutu, Daya Saing Global, dan Pengembangan InstitusiBogor, 26 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Wafi Bogor menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) STIT Al Wafi Bogor sebagai forum strategis untuk mengevaluasi, merumuskan, dan menyelaraskan berbagai program pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.Raker menjadi momentum penting bagi seluruh unsur pimpinan dan manajemen STIT Al Wafi untuk menyatukan arah pengembangan institusi, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya STIT Al Wafi memiliki keunggulan dan karakteristik yang membedakannya dari perguruan tinggi lainnya.Salah satu arah strategis yang menjadi perhatian adalah peningkatan daya saing STIT Al Wafi pada tingkat nasional dan global. Konsep pendidikan global, integrasi pendidikan, serta gagasan unity of knowledge menjadi bagian dari pembahasan dalam merumuskan identitas dan keunggulan STIT Al Wafi ke depan.Penguatan Akademik dan Pengembangan Program StudiDalam aspek pengembangan akademik, Raker juga membahas rencana pengajuan Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Persiapan tersebut mencakup penyusunan naskah akademik, perencanaan akademik, jadwal, serta berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan program studi. Selain itu, penguatan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) turut menjadi bagian dari arah pengembangan akademik STIT Al Wafi.Penguatan Mutu dan AkreditasiPeningkatan mutu kelembagaan juga menjadi salah satu agenda utama. Raker membahas berbagai persiapan akreditasi, baik pada tingkat program studi maupun institusi, termasuk penyesuaian template, penyusunan anggaran, RKAT, penguatan Learning Centre, serta pembenahan aspek administrasi dan pelaporan perguruan tinggi.Selain itu, diperlukan penguatan pemahaman para dosen terhadap berbagai istilah dan tuntutan profesionalisme dalam dunia perguruan tinggi. Penyusunan kalender internal untuk persiapan akreditasi juga menjadi bagian dari langkah strategis agar proses peningkatan mutu dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.Membangun Identitas dan Branding STIT Al WafiRaker juga menempatkan branding dan strategi marketing sebagai bagian penting dalam pengembangan institusi. STIT Al Wafi diarahkan untuk memiliki identitas yang semakin kuat sehingga lebih dikenal di tingkat nasional dan selanjutnya mampu berkembang menuju branding internasional.Strategi tersebut antara lain diwujudkan melalui penguatan kegiatan akademik, workshop yang berorientasi pada publikasi dan indeksasi SINTA maupun Scopus, seminar terjadwal untuk memperluas wawasan mahasiswa, studium generale, video profil yang merepresentasikan visi dan misi institusi, serta pengembangan Mars STIT Al Wafi.Penguatan Ekosistem Pendidikan Al WafiSalah satu gagasan strategis yang dibahas adalah pengembangan ekosistem pendidikan yang terintegrasi melalui konsep One Stop Schooling, dengan membangun kesinambungan pendidikan mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Dalam konteks ini, sekolah-sekolah di lingkungan Al Wafi juga diarahkan untuk dapat menjadi laboratorium bagi pengembangan keilmuan dan praktik Manajemen Pendidikan Islam di STIT Al Wafi.Penguatan hubungan dengan alumni melalui kerja sama dengan IKAFI, pendataan alumni, serta berbagai program yang dapat memperluas jejaring institusi juga menjadi bagian dari pembahasan Raker.Menuju STIT Al Wafi yang Berbeda dan UnggulSelain aspek akademik dan kelembagaan, Raker juga mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat menjadi ciri khas STIT Al Wafi. Gagasan seperti satu dosen satu buku ajar, pengembangan media dan komunikasi institusi, penyediaan fasilitas pendukung bagi mahasiswa, serta berbagai inovasi layanan menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih baik.Seluruh gagasan tersebut bermuara pada satu semangat, yaitu “buat sesuatu yang berbeda dengan yang lain.” STIT Al Wafi diarahkan tidak hanya untuk mengikuti perkembangan perguruan tinggi, tetapi juga membangun keunggulan yang memiliki karakter dan identitas tersendiri.Melalui Rapat Kerja ini, STIT Al Wafi Bogor berkomitmen untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring nasional dan internasional, meningkatkan daya saing lulusan, serta membangun institusi yang unggul dan relevan dengan perkembangan pendidikan global.Raker ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan berbagai gagasan strategis menjadi program kerja yang terukur, terarah, dan dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh sivitas akademika STIT Al Wafi Bogor.STIT Al Wafi BogorUnggul, Berdaya Saing Global, dan Berkarakter IslamiBy : Yusuf Abdullah, M.Pd

A
admin
Pertemuan STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza
Umum
19 Aug 2026

Pertemuan STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza

Bogor, 19 Agustus 2026 — STIT Al-Wafi melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza, Bogor, pada Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pesantren, khususnya dalam pengembangan pendidikan, kaderisasi, serta sumber daya manusia.Dalam pertemuan tersebut, STIT Al-Wafi memperkenalkan profil dan program pendidikan yang dimiliki kepada jajaran Pesantren Al-Hikmah/Mafaza. Pengenalan lembaga disampaikan oleh Ustadz Zikra Juniawan, M.Ed., selaku Wakil Kepala Bagian Non-Akademik STIT Al-Wafi.Dalam pemaparannya, Ustadz Zikra menjelaskan berbagai program pendidikan dan peluang pengembangan kompetensi yang dapat dimanfaatkan oleh para kader maupun tenaga pendidik pesantren. Kehadiran pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.Sementara itu, Ustadzah Astri Hamidah selaku Ketua Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza turut memperkenalkan Yayasan Al-Hikmah dan Mafaza beserta berbagai program yang dijalankan. Pembahasan mencakup kegiatan pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, serta program kaderisasi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pesantren.Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah penjajakan kerja sama antara STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Hikmah/Mafaza melalui Memorandum of Understanding (MOU), khususnya dalam pengembangan kader musyrif.Melalui kerja sama tersebut, pendidikan bagi kader musyrif dapat dikembangkan dalam bentuk kelas mandiri maupun sistem hybrid. Model tersebut diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi para kader untuk menjalani pendidikan tinggi sekaligus tetap menjalankan aktivitas pembinaan di pesantren.Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan profesionalitas para musyrif sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia pesantren.Selain pengembangan kader musyrif, STIT Al-Wafi turut menyampaikan peluang beasiswa tahfidz bagi para santri yang memiliki komitmen dalam menghafal dan mengembangkan kemampuan Al-Qur’an. Program kaderisasi pesantren juga menjadi salah satu peluang kolaborasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.Melalui program tersebut, para santri dan kader pesantren diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keilmuan dan keagamaan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berperan sebagai pendidik, pembina, maupun pengelola pesantren di masa mendatang.Pertemuan antara STIT Al-Wafi dan Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah/Mafaza ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Kolaborasi kedua lembaga diharapkan dapat membuka berbagai peluang dalam pengembangan pendidikan tinggi, kader musyrif, beasiswa tahfidz, serta kaderisasi sumber daya manusia pesantren.

A
admin
Jurnal J-EMaS Yang Diterbitkan STIT Al Wafi Bogor Resmi Memperoleh E-ISSN Dari Perpusnas
Umum
14 Aug 2026

Jurnal J-EMaS Yang Diterbitkan STIT Al Wafi Bogor Resmi Memperoleh E-ISSN Dari Perpusnas

Bogor, 10 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan budaya akademik dan publikasi ilmiah. Journal of Educational Management and Islamic Studies (J-EMAS) yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STIT Al-Wafi Bogor resmi memperoleh Electronic International Standard Serial Number (E-ISSN) 3163-9550 dari Pusat Nasional ISSN Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.Penerbitan E-ISSN tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Penerbitan ISSN Nomor 31639550/II.7.4/SK.ISSN/08/2026, yang diterbitkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026. Dalam surat keputusan tersebut, Pusat Nasional ISSN Indonesia memberikan ISSN 3163-9550 (media online) kepada Journal of Educational Management and Islamic Studies yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STIT Al-Wafi Bogor.Perolehan E-ISSN ini menjadi salah satu tonggak penting bagi pengembangan J-EMAS sebagai wadah publikasi ilmiah di lingkungan STIT Al-Wafi Bogor. Identitas E-ISSN memberikan legalitas bibliografis bagi jurnal dalam penerbitan versi elektronik sekaligus menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola dan profesionalisme pengelolaan jurnal ilmiah.Berdasarkan SK tersebut, E-ISSN 3163-9550 mulai berlaku untuk edisi Volume 2 Nomor 2, Desember 2026. Dengan demikian, edisi tersebut menjadi edisi yang secara resmi mencantumkan nomor E-ISSN yang telah ditetapkan oleh Pusat Nasional ISSN Indonesia.Perolehan E-ISSN bukan merupakan tujuan akhir, melainkan menjadi bagian dari proses pengembangan J-EMAS menuju jurnal ilmiah yang semakin berkualitas dan kredibel.Ke depan, pengelola J-EMAS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas artikel, proses editorial, sistem peer review, profesionalisme reviewer dan editor, serta konsistensi penerbitan sesuai dengan standar pengelolaan jurnal ilmiah.Capaian ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen, peneliti, dan akademisi untuk berkontribusi dalam publikasi ilmiah melalui J-EMAS, khususnya dalam bidang manajemen pendidikan dan kajian keislaman.Pimpinan dan pengelola J-EMAS STIT Al-Wafi Bogor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pengajuan dan penerbitan E-ISSN, mulai dari pimpinan institusi, tim pengelola jurnal, editor, reviewer, hingga para penulis dan seluruh civitas akademika STIT Al-Wafi Bogor.Perolehan E-ISSN ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan publikasi ilmiah yang berkualitas, memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta memperkuat posisi STIT Al-Wafi Bogor dalam ekosistem publikasi akademik nasional.Selamat atas diperolehnya E-ISSN 3163-9550 untuk Journal of Educational Management and Islamic Studies (J-EMAS).Semoga menjadi awal dari langkah yang lebih besar menuju jurnal ilmiah yang berkualitas, kredibel, dan bereputasi.STIT Al-Wafi BogorMengembangkan Tradisi Keilmuan, Membangun Generasi Berintegritas

A
admin
STIT Al-Wafi Bogor Gelar Workshop Penguatan Profesionalisme dan Kinerja Dosen
Umum
14 Aug 2026

STIT Al-Wafi Bogor Gelar Workshop Penguatan Profesionalisme dan Kinerja Dosen

Bogor, 13 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wafi Bogor menyelenggarakan Workshop Penguatan Profesionalisme dan Kinerja Dosen dengan tema “Optimalisasi BKD dan Pengembangan Kompetensi Akademik Dosen”, Kamis, 13 Agustus 2026.Kegiatan yang berlangsung di lingkungan STIT Al-Wafi Bogor ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kompetensi akademik dosen, sekaligus memperkuat budaya akademik yang produktif dan berkelanjutan.Workshop membahas sejumlah aspek strategis dalam pengembangan kinerja dosen, di antaranya optimalisasi Beban Kerja Dosen (BKD), penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta pengembangan karier akademik dosen.Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari internal STIT Al-Wafi Bogor, yaitu Ust. Mhd Saleh, M.Pd., Wakil Ketua I STIT Al-Wafi Bogor, dan Ust. Suworo, S.Si., M.M., Ketua LP2M STIT Al-Wafi Bogor.Selain pemaparan materi, workshop juga diarahkan pada penguatan keterampilan praktis dosen. Kegiatan diakhiri dengan praktik dan simulasi pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) melalui platform SISTER yang diikuti oleh para dosen STIT Al-Wafi Bogor. Melalui sesi ini, para dosen memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pengisian dan pengelolaan BKD, sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam pelaporan kinerja dosen.Melalui workshop ini, para dosen diharapkan tidak hanya memahami aspek administratif dalam pemenuhan BKD, tetapi juga mampu mengoptimalkan kinerja akademiknya melalui peningkatan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi dan jenjang karier akademik.Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah STIT Al-Wafi Bogor dalam membangun ekosistem akademik yang semakin profesional, produktif, dan unggul, sehingga berdampak pada peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi dan kontribusi institusi kepada masyarakat.Dengan penguatan kompetensi dan kinerja dosen secara berkelanjutan, STIT Al-Wafi Bogor berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya tenaga pendidik yang profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam.Dosen Profesional, Kinerja Optimal, Karier Akademik Berkelanjutan.

A
admin
Al Wafi Siap Jalin Kerja Sama Perguruan Tinggi Bersama STIT Otista Banten
Umum
13 Aug 2026

Al Wafi Siap Jalin Kerja Sama Perguruan Tinggi Bersama STIT Otista Banten

Kunjungan ini menjadi langkah strategis bagi STIT Al Wafi dalam membangun sinergi antarperguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan serta civitas akademika STIT Otista Banten dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat, di antaranya pertukaran pengalaman akademik, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, kolaborasi penelitian dosen, seminar ilmiah bersama, hingga program penguatan kapasitas mahasiswa.Bapak Zikra Juninawan, M.Ed, Waka III Stit Al Wafi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi yang memiliki visi serupa dalam memajukan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

A
admin
Bersama Menguatkan Komitmen, Berbagi Pengalaman, dan Menghadirkan Inovasi untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas.
Umum
13 Aug 2026

Bersama Menguatkan Komitmen, Berbagi Pengalaman, dan Menghadirkan Inovasi untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas.

Kegiatah tersebut diisi langsung oleh Prof. Dr. H. Wawan Hermawan. M.Ag., Guru Besar UIN Sunan Gunung DJati Bandung. Ustaz. Bakri selaku Ketua Prodi MPI menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri yang telah memberikan banyak pengalaman dan ilmu bagi para dosen STIT Al WafiPelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen STIT Al Wafi Bogor menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi demi mencetak generasi unggul dan berakhlak.Kolaborasi berlanjut. Inovasi semakin dikuatkan.Pada hari kedua Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen STIT Al Wafi Bogor, materi disampaikan oleh Ustaz Taufik Abdur Rahman, S.M, Kepala Bagian IT STIT Al Wafi.Penguatan sistem dan literasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian yang lebih efektif dan adaptif di era teknologi.Alhamdulillah, hari ketiga Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen STIT Al Wafi Bogor kembali terlaksana dengan penuh semangat. Kegiatan kali ini diisi oleh Dr. Aang Mahyani, M.Ag, yang memberikan penguatan wawasan dan strategi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas dosen serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Semoga ilmu yang disampaikan menjadi bekal dalam meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.STITAlWafiBogor #PelatihanDosen #MPI #TridharmaPerguruanTinggi #PeningkatanKompetensi

A
admin
Bahas Program Training for Trainer di bidang IT untuk Penguatan Kapasitas Mahasiswa, ITMI–STIT Al Wafi Siap Berkolaborasi
Umum
13 Aug 2026

Bahas Program Training for Trainer di bidang IT untuk Penguatan Kapasitas Mahasiswa, ITMI–STIT Al Wafi Siap Berkolaborasi

Wakil Ketua III STIT Al Wafi pada Selasa (10/2) melakukan kunjungan ke ITMI (Islamic Technology Mindset Installation) yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ustaz Furwanto selaku Pimpinan ITMI.Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi kelembagaan antara STIT Al Wafi dan ITMI. Sebagai upaya penguatan kapasitas mahasiswa, STIT Al Wafi menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program Training for Trainer (ToT) di bidang Teknologi Informasi.Wakil Ketua III STIT Al Wafi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program peningkatan kapasitas mahasiswa agar memiliki kompetensi sebagai trainer di bidang IT, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.Pada kesempatan yang sama, Ustaz Furwanto menyampaikan komitmen ITMI untuk berperan aktif dalam penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi, sebagai bagian dari upaya menyebarkan dakwah yang relevan, profesional, dan berdampak positif bagi umat.KolaborasiDosen #STITAlWafi #MPI #PendidikanIslam #ITMI #STITAlwafiBogor #KampusIslami

A
admin
Sekolah Islam Siap Melangkah ke Kancah Global: FGD 3 STIT Al Wafi Bahas Strategi Implementasi International Baccalaureate (IB)
Umum
13 Aug 2026

Sekolah Islam Siap Melangkah ke Kancah Global: FGD 3 STIT Al Wafi Bahas Strategi Implementasi International Baccalaureate (IB)

Bogor, 29 Mei 2025 – Sebagai bagian dari rangkaian menuju Deklarasi Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN) dan Edunation Fair 2025, Forum Group Discussion (FGD) ke-3 STIT Al Wafi sukses diselenggarakan dengan tema: “Implementasi International Baccalaureate (IB) di Sekolah Islam: Dari Visi Menuju Aksi.” Bertempat di Wafi Café, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 23 sekolah Islam dari berbagai provinsi di Indonesia.FGD ini menjadi salah satu forum strategis dalam menyambut gelaran Edunation Fair 2025 yang akan berlangsung pada 29 Agustus 2025, mengangkat tema besar:“Menuju Indonesia Emas & Pendidikan Islam Global: Kolaborasi untuk Mewujudkan Generasi Emas Berkarakter Qurani.”Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing internasional.Acara FGD diawali dengan sambutan penuh semangat dari Ust. Yusuf Baisa yang menyebut forum ini sebagai “tonggak sejarah lahirnya generasi emas calon pemimpin dunia.” Dr. Patrialis, pakar hukum dan pendidikan, juga menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan sebagai satu kesatuan dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadaban dan konstitusional.FGD ke-3 ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam dalam menapaki jalur pendidikan global. Melalui platform Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN), STIT Al Wafi dan gelaran akbar Edunation Fair 2025, sekolah-sekolah Islam di Indonesia bersiap menjadi pionir pendidikan masa depan—berpijak pada iman dan takwa, menjangkau cakrawala global.Nantikan Edunation Fair 2025, 29 Agustus mendatang!Bersama kita wujudkan Generasi Emas Berkarakter Qurani untuk Indonesia yang unggul dan mendunia.

A
admin
Lebih dari 200 Guru Ikuti Pelatihan Peningkatan Psychological Well-being Siswa di STIT AL Wafi
Umum
13 Aug 2026

Lebih dari 200 Guru Ikuti Pelatihan Peningkatan Psychological Well-being Siswa di STIT AL Wafi

Depok – Lebih dari 200 guru dan tenaga pendidik mengikuti pelatihan bertema “Guru Sebagai Konselor”, yang diselenggarakan di Masjid Nidaul Islam STIT Al Wafi, pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Deklarasi Konsorsium Pendidikan Islam Internasional (KOPIN) dan EDUNation Fest 2025.Pelatihan ini menghadirkan Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., Guru Besar Psikologi Islam, yang memaparkan pentingnya peran guru dalam menjaga kesejahteraan psikologis siswa (Psychological Well-being), atau PWB. Dalam paparannya, Prof. Taufik menjelaskan bahwa kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar siswa.Guru, sebagai sosok yang paling sering berinteraksi dengan siswa, dinilai memiliki posisi strategis dalam mendeteksi perubahan emosi maupun perilaku sejak dini. Oleh karena itu, guru perlu dibekali keterampilan dasar untuk mendampingi siswa secara emosional, seperti kemampuan mendengarkan aktif, memberi penguatan positif, dan menjalin komunikasi yang empatik.Pelatihan juga membahas langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan guru di sekolah, seperti mengenali tanda awal masalah psikologis, melakukan observasi, mencatat perkembangan siswa, dan bekerja sama dengan orang tua serta tim profesional jika diperlukan.Selain itu, peserta diajak untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan ramah, mendorong pola pikir bertumbuh, serta membangun hubungan yang sehat antara siswa, guru, dan lingkungan sekitar.Dengan pelatihan ini, diharapkan guru dapat menjalankan peran ganda sebagai pendidik sekaligus pendamping emosional bagi siswa. Melalui pendekatan yang lebih peka, kolaboratif, dan solutif, para guru dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan generasi yang sehat mental, kuat menghadapi tantangan, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh dukungan

A
admin
STIT Al Wafi Jalin Kerjasama dengan Universitas Internasional Afrika
Umum
13 Aug 2026

STIT Al Wafi Jalin Kerjasama dengan Universitas Internasional Afrika

STIT Al Wafi telah menjalin kerja sama dengan Universitas Internasional Afrika (International University of Africa) pada 10 Agustus 2024, Acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Internasional Afrika, Prof. Dr. Hatim Utsman Muhammad Khair, beserta jajaran pejabat tinggi dari universitas tersebut. serta Dewan Yayasan yang menyambut hangat delegasi dari Sudan tersebut.Selain penandatanganan MoU, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara para pimpinan kedua institusi, yang diwarnai dengan diskusi mengenai rencana-rencana strategis di masa depan. Diharapkan, kolaborasi ini akan membuka pintu bagi pertukaran pelajar, program-program akademik bersama, serta penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan Islam.Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga peresmian Pusat Ujian Mahasiswa Universitas Internasional Afrika di Al Wafi Islamic Boarding School. Pusat ujian ini diharapkan dapat menjadi sarana yang mendukung proses akademik mahasiswa yang terdaftar di Universitas Internasional Afrika. Peresmian ini menandai langkah konkret dalam mempererat hubungan antara kedua institusi dan memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi para mahasiswa.Dengan ditandatanganinya MoU ini, STIT Al Wafi semakin memperkuat posisinya di kancah internasional sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.Pada Kesempatan tersebut Ustadz Ali Saman Hasan menyambut kedatangan Rektor Universitas Internasional Afrika, Prof. Dr. Hatim Utsman Muhammad Khair, di pondok Al Wafi. Beliau menyampaikan bahwa Al Wafi telah memulai pelaksanaan perkuliahan dengan program Double Degree sebagai langkah awal internasionalisasi pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan Islam.Beliau juga menceritakan sedikit sejarah perjuangan Syaikh Ahmad Surkatti dalam berdakwah di Indonesia dan mendirikan ormas Al-Irsyad. Ustadz Ali Saman Hasan berharap dapat melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam untuk santri pondok Al Wafi dan pondok pesantren lainnya. Beliau juga mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan Prof. Hatim Utsman dan sambutan positif terhadap penjelasan yang telah disampaikan.Prof. Hatim Utsman Muhammad Khair mengungkapkan kegembiraannya dapat berada di Indonesia dan bertemu dengan mahasiswa Universitas Internasional Afrika yang sedang melanjutkan ujian akhir semester di markaz ujian di Indonesia. Beliau menyampaikan terima kasih kepada pondok Al Wafi yang telah bersedia menjadi tempat ujian semester bagi mahasiswa mereka. Sebagai bentuk dukungan, Universitas Internasional Afrika juga memberikan 5 beasiswa untuk alumni Al Wafi melanjutkan studi S2 di universitas tersebut.

A
admin
FGD STIT Al Wafi Bogor : Peluang dan Tantangan Pendidikan Bertaraf Internasional
Umum
13 Aug 2026

FGD STIT Al Wafi Bogor : Peluang dan Tantangan Pendidikan Bertaraf Internasional

Tangerang Selatan, Sabtu, 30 November 2024 – Dalam upaya mendukung internasionalisasi pendidikan Islam, Pesantren Alwafi International Islamic Boarding School (WIIBS) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Menuju Sekolah Islam Internasional: Tantangan, Peluang, dan Strategi Implementasi”. Acara yang diadakan di Aula Serbaguna Gedung Kualitas ini melibatkan 127 peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi pendidikan Islam, serta pemerhati pendidikan.

A
admin
STIT Al Wafi Adakan FGD Bertajuk Peran Strategis Sekolah Islam Internasional dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Persaingan dalam Dunia Pendidikan
Umum
13 Aug 2026

STIT Al Wafi Adakan FGD Bertajuk Peran Strategis Sekolah Islam Internasional dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi dan Persaingan dalam Dunia Pendidikan

Pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh STIT Al Wafi Bogor di Tangerang Selatan, Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A., Guru Besar Prodi Studi Doktor Pengkajian Islam UIN, sebagai pembicara utama, membahas mengenai peran strategis sekolah Islam internasional dalam menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan dalam dunia pendidikan. Diskusi ini juga menyentuh kebijakan pemerintah Indonesia terkait sekolah internasional.Prof. Dede menjelaskan bahwa fenomena sekolah internasional di Indonesia bukanlah kebijakan yang datang dari atas, tetapi merupakan gerakan masyarakat yang berusaha menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Dalam konteks ini, dengan prediksi bahwa pada 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi, pemerintah perlu mempersiapkan anak muda dengan kemampuan global.Tantangan terbesar, menurut Prof. Dede, adalah ketiadaan regulasi yang jelas pada awalnya. Pemerintah Indonesia baru mengatur sekolah internasional dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Namun, kebijakan ini sempat dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2012, dengan alasan biaya yang terlalu tinggi. Setelah itu, pemerintah tetap memberi ruang dengan mengeluarkan Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014, yang memperkenalkan konsep Sekolah Pendidikan Kerjasama (SPK), di mana sekolah Indonesia dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan asing.Dr. Khairan Muhammad Arif, M.Ed, sebagai moderator, memberikan tanggapan yang menambahkan nuansa berbeda dalam diskusi ini. Dengan penuh apresiasi terhadap penjelasan Prof. Dede, beliau mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai kebijakan dan regulasi pendidikan internasional di Indonesia memang penuh dengan dinamika. Dr. Khairan menyoroti perubahan penting terkait dengan Permendiknas 2014, yang mengubah konsep sekolah internasional menjadi Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK). Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun label “internasional” diubah, sistem pendidikan Indonesia tetap membuka peluang untuk pendidikan berkualitas melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan asing.Dr. Khairan juga menambahkan bahwa dalam SPK terdapat beberapa persyaratan, seperti penerapan standar internasional, pendekatan pembelajaran berbasis OECD, Bilingual Paikem, dan sebagainya. Dalam hal ini, beliau mengajak peserta untuk mencermati lebih dalam regulasi SPK yang ada, agar dapat menyusun sekolah internasional dengan kriteria yang sesuai.Beliau juga menyoroti pengalaman yang mengesankan dari para guru-guru Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Dr. Khairan bercerita tentang Prof. Huzaimah, seorang tokoh yang menyelesaikan S2 dan S3 dalam waktu empat tahun, setelah sebelumnya menempuh pendidikan SMA di Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa padatnya materi yang diajarkan di Indonesia, yang bahkan dapat menyamai standar pendidikan luar negeri. Namun, Dr. Khairan juga mengingatkan bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam konteks kualitas pendidikan yang harus diperbaiki, mengingat padatnya kurikulum yang masih sering tidak sesuai dengan perkembangan global.Dalam akhir diskusi, Prof. Dede menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan agar Indonesia dapat mempersiapkan generasi yang siap bersaing di pasar global, dengan mengutamakan kualitas, bukan kuantitas. Pembicaraan ini memperlihatkan betapa besar peran sekolah internasional dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terus berkembang.

A
admin