Reconstruction of Child Education in Islam through a Synthesis of the Thoughts of Jean-Jacques Rousseau and Al-Ghazali
Keywords:
Islamic Education, Islamic Parenting, Islamic Boarding SchoolsAbstract
Pendidikan kontemporer saat ini menghadapi krisis keseimbangan akibat kecenderungan yang lebih menekankan pencapaian rasional-intelektual dan mengesampingkan nilai-nilai moral serta spiritual. Merespons hal tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi model pendidikan anak dalam Islam melalui studi komparatif antara pemikiran Jean-Jacques Rousseau dan Imam Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-komparatif, menggunakan karya utama Emile dan Ihya Ulumuddin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh sepakat anak terlahir dengan potensi kebaikan alami yang suci. Namun, Rousseau menawarkan pendekatan "pendidikan negatif" yang berpusat pada kebebasan alamiah dan pengalaman empiris tanpa intervensi doktrin awal, sedangkan Al-Ghazali menekankan pentingnya bimbingan aktif melalui tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sejak dini untuk menyeimbangkan akal dan qalb. Dialog kedua pemikiran ini menghasilkan sintesis "Model Pendidikan Holistik-Integratif". Model ini mengadopsi metode pembelajaran Rousseau yang humanis dan berbasis observasi, yang dibingkai oleh orientasi spiritual Al-Ghazali untuk mencapai taqarrub ila Allah. Pendidik diposisikan sebagai thabib al-qulub (dokter jiwa) yang secara aktif memberikan keteladanan nyata. Integrasi ini menawarkan kerangka solutif bagi pendidikan Islam kontemporer untuk mencetak generasi insan kamil yang cerdas dan berakhlak mulia





